Pertama di Indonesia, ‘Film Diponegoro Hero: 200 Tahun Perang Jawa’, Manfaatkan AI 

Film Diponegoro Hero: 200 Tahun Perang Jawa Tampilkan Sejarah dengan AI. [foto:ist/mars media]
Film Diponegoro Hero: 200 Tahun Perang Jawa Tampilkan Sejarah dengan AI. [foto:ist/mars media]

NUSANTARA1.ID – Ada yang menarik dari produksi film di Indonesia. Yakni film bertema pahlawan nasional, Diponegoro Hero: 200 Tahun Perang Jawa, menjadi yang pertama di Indonesia yang seluruh proses produksinya, termasuk visual dan narasi, sepenuhnya memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Menurut produser, King Bagus, momentum 200 Tahun Perang Jawa menjadi inspirasi besar dana penggarapan film tersebut.

“AI membantu kami menghadirkan dunia masa lalu dengan akurasi historis yang sulit dicapai sebelumnya,” ujar King Bagus, di Cinepolis Senayan Park, Jakarta, Kamis 14 Agustus 2025.

Bacaan Lainnya

Film ini menampilkan detail visual dan narasi yang mampu menghidupkan kisah heroik Pangeran Diponegoro bagi generasi muda.

Proses produksi film Diponegoro Hero: 200 Tahun Perang Jawa memanfaatkan AI untuk merekonstruksi suasana kota, medan perang, hingga karakter tokoh sejarah tanpa harus menggunakan aktor dan set konvensional.

Durasi film 30 menit memungkinkan pembuatan visual realistis dengan cepat dan efisien, sekaligus memberikan pengalaman edukasi yang autentik.

CEO Mars Media, Koni, menekankan potensi besar AI dalam industri perfilman.

Menurutnya, teknologi ini membuka peluang bagi kreator untuk menghasilkan karya edukatif dan inovatif, sekaligus mempermudah pembuatan adegan-adegan epik yang sulit dicapai dengan metode tradisional.

Antusiasme publik terlihat dari penjualan 1.205 tiket premiere yang ludes dalam sehari.

Film ini juga tersedia gratis melalui platform usky.ai, sehingga lebih banyak penonton bisa mengakses konten edukatif dan sejarah secara mudah.

Beberapa penonton bahkan mengusulkan agar film diputar di Istana pada 17 Agustus mendatang, bertepatan dengan HUT ke-80 RI.

Menanggapi respons positif, Koni menyatakan rencana memperpanjang durasi film menjadi satu jam dan memproduksi lebih banyak film edukasi AI bertema pahlawan nasional.

Hal ini menandai awal era baru di Indonesia di mana teknologi dan sejarah bersatu untuk menghadirkan karya kreatif dan inspiratif. (*)

Pos terkait