Puluhan Ribu Kue Disediakan Warga Dalam ‘Festival Apangi 2025’ di Dungaliyo

Kue apangi yang disediakan saat perayaan ‘Festival Apangi 2025’ di Desa Pilolalenga, Dungaliyo, Kabupaten Gorontalo, Sabtu malam, 26 Juli 2025. [foto:fikarbuntuan/nusantara1]
Kue apangi yang disediakan saat perayaan ‘Festival Apangi 2025’ di Desa Pilolalenga, Dungaliyo, Kabupaten Gorontalo, Sabtu malam, 26 Juli 2025. [foto:fikarbuntuan/nusantara1]

NUSANTARA1.ID — Sebanyak 52 ribu kue apangi, kue khas Gorontalo hadir dalam ‘Festival Apangi 2025 Dungalio di Desa Pilolalenga, Dungaliyo, Kabupaten Gorontalo, Sabtu malam, 26 Juli 2025.

Festival yang telah digelar sejak 2024 ini berhasil menarik ribuan peminat yang tak hanya dari Kabupaten Gorontalo, tapi dari berbagai kabupaten/kota lainnya di Provinsi Gorontalo.

Pengurus Dasawisma Desa Pilolenga, Nofyan Karim mengatakan bahwa kue apangi yang disajikan itu berasal dari antusiasme masyarakat berbagai desa yang ada di Kecamatan itu.

Bacaan Lainnya

“Ini (kue apangi) semua yang kami sajikan berasal dari masyarakat 10 desa di kecamatan ini. Setiap desa itu menyediakan 5 ribu kue, sedangkan Pilolalenga 7 ribu selaku tuan rumah,” ungkapnya.

Untuk mendapatkan kue khas Gorontalo itu, para pengunjung hanya perlu melakukan transaksi Rp3 rupiah menggunakan Qris dan kemudian kupon yang didapatkan ditukar dengan kue apangi.

Hal itu merupakan hasil kolaborasi bersama dengan Bank Indonesia melalui Bank BRI untuk mendorong transformasi digital menjadi transaksi non tunai di kalangan masyarakat, khususnya UMKM.

Ia juga menyebut, yang berbeda dalam perayaan kali ini, panitia bersama pemerintah menghadirkan Ustadz Denis Lim sebagai tamu spesial.

“Mungkin yang berbeda dan menarik di tahun ini itu karena ada hadir Ustaz Denis, jadi lebih menarik. Siapa tahu ke depan bisa lebih lagi,” ujar Nofyan.

Camat Dungaliyo, Muhamad Ronal Istanto menjelaskan, adanya festival tersebut merupakan salah satu upaya dalam mendorong pelestarian budaya, dan penanaman nilai keagamaan.

“Karena ini memang pada dasarnya ini merup peringatan 10 Muharram, jadi memang kami programkan untuk mendorong budaya dan agama di Kabup Gorontalo salah satun melalui festival,” jelasnya.

Pos terkait