NUSANTARA1.ID — Di tengah perubahan dan peningkatan harga beras yang cukup mengejutkan, terungkap fakta bahwa produksi beras di Gorontalo mencapai titik surplus atau melebihi kebutuhan masyarakat.
Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo, Muljadi Mario saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis 23 Juli 2025.
“Baru-Baru ini kalau saya boleh sampaikan, produksi Itu di atas 11 ribu-12 ribu ton dan angka konsumsi kita sekitar 10 ribu sampai 11 ribu ton. Jadi dari sisi neraca antara produksi dan kebutuhan beras, Masih surplus lah, meskipun tidak terlalu jauh surplusnya ya,” jelasnya.
Diperkirakan juga pada bulan Juli-Agustus Gorontalo akan masuk dalam tahap panen raya kedua tahun ini setelah panen raya Februari-Maret lalu.
Kemudian, terkait dengan perubahan harga beras di pasaran yang kini melonjak, ia menyebut tidak berkaitan dengan produksi beras di Gorontalo.
Menurutnya, lonjakan itu dipengaruhi oleh perubahan harga beras di sejumlah daerah lain di Indonesia.
“Tapi yang ini fenomena kenaikan beras ini karena sentimen pasar akibat naiknya beras di berbagai tempat di Indonesia. Karena kalau melihat neraca antara kebutuhan dan produksi, kita kan masih relatif aman”, ungkapnya.
Tak cuma itu, penyerapan gabah oleh Bulog memengaruhi daya tarik petani dibandingkan dijual ke gilingan padi.
“Memang ada sedikit masalah, ada dampak juga terkait dengan penyerapan gabah oleh bulu. Ya dengan harga Rp6.5 ribu kondisi kadar air kering panen membuat petani lebih tertarik untuk menjual gabahnya ke bulu akhirnya gilingan-gilingan padi, agak kesulitan,” pungkasnya. (*)
![Muljadi D. Mario Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo, Muljadi Mario. [fikar/nusantara1]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2025/07/Muljadi-D.-Mario.jpg)
![009 Sensus Ekonomi RM Kunjungan kerja Wakil Ketua Deprov ke BPS Provinsi Gorontalo. [foto:dok.humas]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/07/009-Sensus-Ekonomi-RM-200x112.jpg)

![Konvoi1 Ilustrasi. Konvoi suporter kontestan Piala Dunia 2026 usai memenangkan pertandingan. Hal seperti ini, dilarang bagi siswa SMA di Provinsi Gorontalo. [foto:dok/sorongraya]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/07/Konvoi1-200x112.png)
![005 Setwan Sebanyak 10 orang pegawai dari Setwan Provinsi Gorontalo foto bersama usai yudisium di Umbita. [foto:dok/ist]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/07/005-Setwan-200x112.jpg)
![008 BPJS Kesehatan Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi saat menerima kunjungan BPJS Kesehatan. [foto:dok/kominfo]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/07/008-BPJS-Kesehatan-200x112.jpg)
![009 Hari Ketujuh Ratusan warga datang dan berkumpul dalam Yasinan, Dzikir dan Doa bersama untuk mengenang tujuh hari wafatnya Alm. Rachmat Gobel di kawasan Danau Perintis, Suwawa, Kamis 16 Juli 2026 malam. [foto:dok/adit/prokopim]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/07/009-Hari-Ketujuh-200x112.jpeg)

