Ini Pesan Presiden Prabowo Saat Peluncuran 80.081 Koperasi Merah Putih 

Presiden RI Prabowo Subianto saat memberikan pidato peluncuran Koperasi Merah Putih. [foto:juna/nusantara1]
Presiden RI Prabowo Subianto saat memberikan pidato peluncuran Koperasi Merah Putih. [foto:juna/nusantara1]

NUSANTARA1.ID – Presiden RI ke-8, Prabowo Subianto, mengingatkan para pengurus koperasi untuk tidak mengulangi kesalahan masa lalu, khususnya praktik koruptif dan penyalahgunaan wewenang. 

Hal ini disampaikan saat peluncuran program 80.081 Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Desa Bentangan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Senin 21 Juli 2025.

Dalam sambutannya, Prabowo menyoroti fenomena ketua koperasi yang menikmati fasilitas mewah secara tidak wajar. Ia menyebut praktik semacam itu sebagai warisan buruk yang harus dihentikan.

Bacaan Lainnya

“Dulu ada plesetan waktu Orde Baru. KUD itu singkatan ‘Ketua Untung Duluan’. Ini tidak boleh terjadi lagi. Saya lihat sendiri, di tentara, ketua koperasi sering mobilnya bagus-bagus. Kadang sampai tiga mobil di asrama,” ungkapnya yang disambut tawa para hadirin.

Prabowo menekankan bahwa gerakan Kopdes Merah Putih adalah upaya untuk membangun ekonomi kerakyatan dari desa. Ia menantang para kepala desa untuk turut mengawasi pengelolaan koperasi agar benar-benar berpihak kepada masyarakat kecil.

“Ketua koperasi harus diawasi! Mereka itu paling dekat dengan rakyat, masa sampai hati menyelewengkan amanah? Jangan sampai koperasi jadi ladang untuk segelintir orang,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga membagikan pengalaman pribadinya saat menjabat sebagai Komandan Batalyon di Kostrad 328 Cilodong. Ia menyoroti betapa pentingnya transparansi dalam laporan keuangan koperasi.

“Saya panggil ketua koperasi, dia datang bawa map, tapi tangannya gemetar. Padahal saya cuma mau tahu laporan keuangan, malah jadi curiga,” kisahnya yang kembali mengundang tawa hadirin.

Lebih lanjut, Prabowo menyatakan bahwa sistem pengawasan koperasi saat ini telah berbasis teknologi sehingga meminimalkan peluang terjadinya penyimpangan.

“Sekarang semua aliran uang masuk dan keluar diawasi. Pakai teknologi. Zaman gadget ini semua tercatat. Jadi nggak bisa lagi main ‘untung duluan’,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Kopdes Merah Putih merupakan strategi membalik arus ekonomi nasional dari kota ke desa.

“Dana yang selama ini diserap dari desa ke kota, sekarang kita balik. Dari ibu kota ke provinsi, ke kabupaten, dan ke desa. Ini awal dari suatu gerakan besar,” pungkasnya.

Peluncuran program ini juga disaksikan secara daring oleh Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, Bupati Gorontalo Sofyan Puhi, Forkopimda, serta tamu undangan lainnya dari lokasi Koperasi Desa Merah Putih di Desa Hutadaa, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo. (*)

Pos terkait