Calon Sekda Kabupaten Gorontalo Minta Dievaluasi, Mahasiswa Gelar Aksi 

Aksi yang digelar mahasiswa guna meminta agar calon Sekda minta dievaluasi. [foto: juna/nusantara1]
Aksi yang digelar mahasiswa guna meminta agar calon Sekda minta dievaluasi. [foto: juna/nusantara1]

NUSANTARA1.ID – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam aliansi mahasiswa Gorontalo menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Bupati Gorontalo pada Rabu, 28 Mei 2025. Mereka menuntut transparansi dan evaluasi dalam proses seleksi calon Sekretaris Daerah (Sekda).

Mahasiswa menyoroti adanya dua dari tiga calon Sekda yang dinilai bermasalah. Salah satu calon disebut pernah tergabung dalam organisasi terlarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), sementara calon lainnya diduga memiliki rekam jejak kasus penipuan.

“Ketiga calon Sekda ini, ada dua yang mempunyai catatan hitam. Oleh karena itu, kami menuntut kepada bupati untuk mempertimbangkan segala keputusan terkait pemilihan calon Sekda,” ujar salah satu orator dalam aksi tersebut.

Bacaan Lainnya

Aksi berlangsung di halaman depan kantor bupati dengan penjagaan ketat dari aparat kepolisian. Mahasiswa juga membawa berbagai spanduk berisi tuntutan dan melakukan orasi secara bergantian.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Gorontalo Tonny Junus menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima aspirasi yang disampaikan massa aksi. Ia berjanji akan meneruskan tuntutan tersebut kepada Bupati Gorontalo Sofyan Puhi, yang saat ini tengah menjalankan perjalanan dinas ke Manado.

“Kami terima semua aspirasi yang disampaikan. Akan kami teruskan kepada Bapak Bupati. Keputusan final tetap ada di tangan beliau,” ujar Tonny Junus kepada para demonstran.

Hingga saat ini, belum ada keputusan resmi terkait kelanjutan proses pemilihan calon Sekda. Mahasiswa menegaskan akan terus mengawal proses ini agar figur yang dipilih benar-benar memiliki integritas dan bebas dari rekam jejak negatif.

Perlu disampaikan bahwa hasil seleksi Sekda, ada tiga nama yang tersisa yakni Abdul Manaf Dunggio, Cokro Katili dan Sugondo Makmur. Untuk nama yang terakhir, merupakan tokoh birokrat dari Bone Bolango. (*)

Pos terkait