Terkait UBM, DPRD Provinsi Gorontalo Upayakan Win-Win Solution

Ketua Komisi IV Ikbal Al Idrus saat diwawancarai media usai pelaksanaan RDP, pada Senin (24/3). [foto: fikarbuntuan/nusantara1]
Ketua Komisi IV Ikbal Al Idrus saat diwawancarai media usai pelaksanaan RDP, pada Senin (24/3). [foto: fikarbuntuan/nusantara1]

NUSANTARA1.ID – DPRD Provinsi Gorontalo tekankan adanya win-win solution terkait beberapa isu di kampus Universitas Bina Mandiri (UBM) Gorontalo.

Sebelumnya, diketahui ada beberapa isu yang sempat beredar di media mengenai kebijakan kampus UBM yang dikritisi mahasiswa.

Pihak UBM pun telah beberapa kali melakukan upaya klarifikasi untuk menjelaskan isu tersebut kepada aliansi organisasi cipayung plus Gorontalo.

Bacaan Lainnya

Walau kedua belah pihak sudah kerap melakukan mediasi, jalan tengah tak kunjung didapati.

Dengan begitu, DPRD Provinsi Gorontalo turut merespon dengan mengadakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) sebagai upaya penyelesaian masalah itu.

Saat RDP berlangsung pada Senin (24/3), Ketua Komisi IV Ikbal Al Idrus menyampaikan landasan yang menjadi tuntutan mahasiswa hingga ke RDP itu.

“Memang kita lihat ada beberapa masalah yang berkembang ya, diantaranya mengenai pelecehan, pungli dan pemberhentian mahasiswa,” jelasnya.

Ia menilai, dalam RDP itu pihak kampus juga telah berupaya memberikan penjelasan mengenai beberapa hal yang dinilai janggal oleh mahasiswa.

Akan tetapi, pihaknya tidak menganggap persoalan ini telah selesai usai mendengarkan penjelasan dari kedua belah pihak.

Sebagai tindak lanjut, DPRD Provinsi Gorontalo masih akan melakukan pengawalan dan mediasi antara mahasiswa, kampus dan pihak terkait lainnya demi menuntaskan persoalan tersebut.

Ikbal berharap, dalam waktu dekat semua pihak bisa melahirkan jalan tengah, termasuk bagi mahasiswa yang terkena DO dan Skorsing akademik.

“Semoga ada win-win solution (keduanya mendapatkan manfaat) untuk masalah ini, baik untuk DO, Skorsing dan beberapa isu lainnya,” kuncinya. (**)

Pos terkait