NUSANTARA1.ID – Pelaksanaan tahapan pencocokan dan penelitian (Coklit) oleh petugas pemutakhiran data pemilih (Pantarlih) di Gorontalo Utara menunjukkan hasil yang signifikan.
Meskipun waktu pelaksanaan Coklit masih tersisa, namun progres yang dicapai telah mencapai angka 99,44 persen atau hanya tersisa 522 pemilih hingga Senin (1/7).
Yudistira Saleh, Kadiv Rendatin KPU Gorut, mengungkapkan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil dari kerja keras dan perencanaan matang dari seluruh Pantarlih yang ada di lapangan.
“Hingga hari ini, progres Coklit sudah mencapai 99,44 persen. Hanya ada 522 pemilih yang belum dikunjungi oleh petugas Pantarlih untuk dilakukan Coklit,” kata Yudistira Saleh.
Kendati demikian, Yudistira juga menyebutkan beberapa kendala yang dihadapi selama proses Coklit. Meski demikian, kata dia, kendala tersebut tidak mengurangi semangat para petugas Pantarlih.
“Kami menghadapi beberapa tantangan, seperti medan yang sulit dijangkau dan jarak rumah penduduk yang cukup berjauhan di beberapa kecamatan. Selain itu, ada juga masalah dengan blank spot dan aplikasi yang sering mengalami eror,” katanya.
“Meskipun ada berbagai tantangan, semangat kerja mereka tetap tinggi, dan hasilnya terlihat dari progres kerja yang sangat memuaskan,” tambah Yudistira Saleh.
Yudistira Saleh berharap proses Coklit yang hampir rampung uini ini dapat menjadi landasan yang kuat untuk penyusunan Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang akurat.
“Kami berharap data yang telah diperbarui akan meminimalisir masalah saat pemilihan nanti dan memastikan semua pemilih dapat terdaftar dengan benar,” kuncinya.(*)

![Kapal Pengangkut Material Kapal Tongkang memuat kabel yang nantinya digunakan untuk menghubungkan listrik ke Pulau Dudepo. Saat ini, kapal tersebut sudah di Pelabuhan Anggrek. [foto:dok/pln]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/07/Kapal-Pengangkut-Material-200x112.jpg)



![001 Kapolda HUT Bhayangkara Kapolda Gorontalo, Irjen Pol. Drs. Widodo membacakan amanat presiden saat upacara HUT Bhayangkara ke-80. [foto:dok/humas]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/07/001-Kapolda-HUT-Bhayangkara-200x112.png)
![009 Julang Narasumber memaparkan materi pada Workshop Pengembangan Kurikulum Muatan Lokal Konservasi Burung Julang Sulawesi. Kegiatan ini bertujuan membekali guru agar dapat mengenalkan pentingnya pelestarian satwa endemik Sulawesi kepada peserta didik sejak dini. [foto:dok/pln]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/07/009-Julang-200x112.jpg)

