Parah, Banyak Anggota DPR Dapat Kuota KIP Kuliah

NUSANTARA1.ID – Staf Khusus Presiden (Stafsus) Billy Mambrasar telah mengungkap adanya praktek pemberian kuota Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah untuk anggota DPR.

Menurut Billy Mambrasar, praktek ini telah berlangsung cukup lama dan menghalangi para pelajar yang sebenarnya layak mendapatkan bantuan KIP Kuliah.

Billy Mambrasar menjelaskan bahwa anggota DPR biasanya menggunakan kuota KIP Kuliah yang mereka peroleh untuk mengakomodasi sanak saudara atau orang terdekat lainnya, bukan untuk membantu para pelajar yang memang membutuhkan.

Bacaan Lainnya

Maka dari itu, Billy Mambrasar berharap praktik tersebut dapat segera dihentikan agar dana bantuan KIP Kuliah benar-benar dapat diterima oleh pelajar yang membutuhkannya.

Billy Mambrasar juga menyatakan keyakinannya bahwa jika praktek tersebut dihentikan, sistem pemberian KIP Kuliah dari pemerintah akan menjadi lebih baik dan tepat sasaran.

Terlebih lagi jika sistem pendataan terpusat dapat diperbaiki untuk memastikan bahwa penerima KIP Kuliah adalah mereka yang benar-benar membutuhkan dan program studinya dapat terpantau dengan baik.

Informasi itu lantas memantik reaksi Pengamat Kebijakan Publik, Gigin Praginanto, yang mana menurutnya hal tersebut membuktikan bahwa penghasilan negara yang sangat besar bisa membuat orang semakin ganas.

“Ini membuktikan bahwa penghasilan yang sangat besar bisa membuat orang berjiwa bajingan makin ganas,” ujar Gigin Praginanto dalam keterangannya di aplikasi X @giginpraginanto (12/5).

Gigin Praginanto merasa tidak habis pikir melihat rakusnya pejabat Indonesia yang merampok jatah pendidikan orang tidak mampu.

“Mereka bahkan merampok jatah pendidikan untuk orang tak mampu,” tandasnya. (*)

Pos terkait