NUSANTARA1.ID – Gara-gara kistru antara pegawai (tenaga administrasi dan guru) dengan pihak yayasan, puluhan guru di TK dan SD Al Azhar Gorontalo mengundurkan diri. Alasannya, sudah tak tahan dengan perilaku yayasan yang tidak berpihak kepada mereka.
Hal ini terungkap ketika Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FPMSI) Provinsi Gorontalo menggelar konferensi pers. Hadir saat itu, Direktur LBH FPMSI Provinsi Gorontalo, Meyske Abdullah yang didampingi anggotanya Andrika Hasan bersama dengan para guru yang memundurkan diri, Kamis (16/11) pada salah satu rumah makan di Kota Gorontalo.
Saat itu, terungkap jika memang awalnya ada permasalahan antara pihak yayasan dengan guru-guru. Juga sudah dimediasi melalui Dinas Pendidikan dan Dinas Tenaga Kerja Kota Gorontalo.
“Melalui mediasi tersebut, ada beberapa kesepakatan yang telah disetujui bersama. Akan tetapi ada PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) setelah mediasi dilakukan. Pihak yayasan PHK terhadap tiga orang yaitu Kepala Sekolah, Pengelola Dana BOS dan juga Pihak Tata Usaha,” ujar Meiske Abdullah.
Lalu apa alasan dilakukan PHK? Menurut Meiske Abdullah, keterangan yang diperoleh dari yayasan tidak masuk akal.
“Katanya ada penyelewengan dana BOS, tapi itu tidak bisa dibuktikan,” tegas Meiske Abdullah.
PHK yang dilakukan oleh pihak yayasan memantik reaksi dari puluhan guru. Buktinya ada 19 guru yang menyatakan mundur.
Sementara itu, Andrika Hasan mengungkapkan bahwa terhitung sejak Kamis (16 November 2023, sudah ada 19 guru yang mengundurkan diri. Sementara yang dipecat sebanyak 3 orang.
“Parahnya lagi, yang kena PHK hanya diberi pesangan sebanyak Rp 500 ribu dan Rp 300 ribu, padahal masa kerja lebih kurang 9 tahun. Ini tentunya sangat memiriskan,” kata Andrika Hasan.
Ia juga menambahkan dengan mundurnya para guru ini memang akan berdampak pada anak-anak didik yang ada di sekolah tersebut, sehingga itu Andrika tetap meminta kepada para guru agar tetap masuk dulu.
“Ketika guru-guru memundurkan diri tentunya akan sangat berdampak pada anak-anak didik, kasihan mereka. Akan tetapi guru-guru juga sudah tidak nyaman bekerja di dalam,” jelas Andrika Hasan.
Sehingga, menurut Andrika Hasan, ini permasalahan yang sangat serius yang harus segera diselesaikan. Dirinya berharap agar sekolah ini tetap ada, namun butuh perbaikan sistem yang ada di dalam.
Hadir juga dalam Konferensi Pers ini adalah Kepala Sekolah SD Al Azhar, Zuhrotul Laili, dan Kepala sekolah TK Enti Issri Dayinsyah Labur. Mereka datang pada konferensi pers tersebut dengan mengenakan pakaian hitam-hitam. (*)




![Desmont Kepala Bidang Humas Polda Gorontalo, Kombes Pol. Desmont Harjendro [foto:dok/humas]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/05/Desmont-200x112.jpg)



