NUSANTARA1.ID – Masalah perlindungan perempuan dan anak di Kota Gorontalo, sebagaimana data yang ada, dari tahun ke tahun menunjukan kecenderungan yang semakin mengkhawatirkan dari segi jumlah maupun kualitas masalah. Jumlah perempuan dan anak yang mengalami kekerasan seksual cenderung meningkat, anak yang berhadapan dengan hukum, dan anak yang mengalami tindak kekerasan.
Olehnya Pemkot Gorontalo menggelar kegiatan peningkatan kapasitas para pihak dalam pencegahan kekerasan terhadap anak tingkat Kota Gorontalo bertempat di Hotel El Madinah, Senin (28/2).
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Gorontalo, Ismail Madjid menjelaskan, salah satu kendala yang dihadapi oleh berbagai pihak terkait di Kota Gorontalo adalah belum terbangun kesamaan pandangan atas masalah yang berakibat pada perbedaan pemahaman atas kebutuhan dan model penangananya.
“Ini terlihat dari strategi penangan terhadap masalah yang berbeda-beda antara OPD, aparat penegak hukum dan pemangku kepentingan lainnya. Serta penanganan yang masih bersifat sektoral dimana sebagai OPD menganggap bahwa urusan perempuan dan anak korban kekerasan adalah urusan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan saja,” sambungnya.
Atas kondisi tersebut, kata Ismail Majid, Pemkot Gorontalo telah membuat dua Peraturan Daerah (Perda). Payung hukum tersebut diharap mampu menyatukan pandangan dan mensinergikan seluruh strategi penanganan yang ada di berbagai dinas dan lembaga. Perds tersebut akni Nomor 7 /2016, tentang perlindungan perempuan dan anak korban kekerasan dan Perda Nomor 7 /2019 tentang penyelenggaraan Kota Layak Anak.
Selain itu juga, Pemkot Gorontalo telah mendorong serta memfasilitasi terbentuknya pusat pelayan terpadu kelembagaan berupa pemberdayaan perempuan dan anak (P2TP2A) di tingkat Kota Gorontalo.
“Yaitu perlindungan anak terpadu berbasis masyarakat (PATBM), yang tersebar di 17 kelurahan dan satuan tugas perlindungan perempuan dan anak (SATGASPPA) di 50 kelurahan. Kami berharap kepada forum, yang baru dikukuhkan agar dapat menjadi wadah sebagai penyampaian pendapat serta sebagai pelopor dan pelapor pembangunan bagi pemerintah daerah,” kuncinya. (*)

![007 DWP Bone Bolango Ketua DWP Bone Bolango, Nurliana Iwan Mustapa saat menghadiri pelaksanaan Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Alun-Alun Bone Bolango, Senin 17 Agustus 2026. [foto:dok/onal/prokopim]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/08/007-DWP-Bone-Bolango-200x112.jpg)
![007 Tonny Terima Bendera Wakil Bupati Gorontalo, Tonny S. Junus saat menerima bendera Merah Putih pada Upacara Penurunan Bendera. [foto:dok/humas]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/08/007-Tonny-Terima-Bendera-200x112.png)
![Pendaki Bawakaraeng Proses evakuasi 8 pendaki Gunung Bawakaraeng oleh Tim SAR gabungan. [foto;dok/basarnas makasssar]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/08/Pendaki-Bawakaraeng-200x112.png)
![006 Irup Ismet Mile Bupati Bone Bolango, Ismet Mile saat menyerahkan bendera Merah Putih kepada Paskibraka untuk dikibarkan pada upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lapangan Alun-Alun Bone Bolango, Senin 17 Agustus 2026. [foto:dok/indra/diskominfo]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/08/006-Irup-Ismet-Mile-200x112.jpeg)
![006 Sofyan Irup Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi saat menyerahkan bendera Merah Putih kepada Paskibraka untuk dikibarkan pada upacara HUT Proklamasi. [foto:dok/kominfo]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/08/006-Sofyan-Irup-200x112.jpg)


