Diduga Diserang Panah Wayer, Warga Tomilito Dilarikan ke Rumah Sakit

Ilustrasi. Panah Wayer
Ilustrasi. Panah Wayer

NUSANTARA1.ID – Aksi kriminal menggunakan panah wayer menggegerkan warga Kecamatan Tomilito, Kabupaten Gorontalo Utara. Seorang warga Desa Dambalo, RP alias Rinton (40), menjadi korban serangan saat melintas di Desa Molantadu, Kamis dini hari 1 Januari 2026.

Peristiwa tersebut dibenarkan oleh Kepala Desa Molantadu, Masrin T. Liputo. Ia menyampaikan bahwa kejadian terjadi sekitar pukul 03.00 WITA di sekitar Rumah Makan Vernando, Desa Molantadu.

“Informasi yang saya terima dari kepala dusun, korban dan terduga pelaku tidak memiliki persoalan sebelumnya. Saat kejadian, keduanya sama-sama mengendarai sepeda motor dan berpapasan di lokasi,” ujar Masrin.

Bacaan Lainnya

Masrin menjelaskan, secara tiba-tiba korban terjatuh setelah terkena panah wayer yang dilepaskan oleh terduga pelaku. Akibat luka yang diderita, korban sempat tidak sadarkan diri dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Zainal Umar Sidiki (ZUS) untuk mendapatkan perawatan medis.

Pasca kejadian, korban melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Gorontalo Utara. Situasi sempat memanas setelah keluarga korban mendatangi Desa Molantadu.

“Memang sempat terjadi ketegangan, namun Babinsa bergerak cepat mengamankan situasi. Terduga pelaku langsung diamankan dan dibawa ke Polres Gorontalo Utara,” tambahnya.

Masrin juga mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi terakhir yang diterimanya, kedua belah pihak, baik keluarga korban maupun keluarga terduga pelaku, sepakat menempuh jalur damai dengan difasilitasi pihak kepolisian.

“Informasi terakhir, kedua keluarga sedang berada di Polres dan akan menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan,” pungkasnya.

Dari hasil penelusuran awak media, terungkap bahwa terduga pelaku berjumlah dua orang, masing-masing berinisial FM (15) dan AA (17), yang diketahui masih berusia di bawah umur.

Sementara itu, Kapolres Gorontalo Utara AKBP Ahmad Eka Perkasa, S.I.K melalui Kasat Reskrim IPDA Maulana Rahman membenarkan adanya laporan terkait kejadian tersebut. Namun, pihaknya belum memberikan keterangan secara rinci.

“Laporan sudah kami terima. Untuk penjelasan lebih lanjut, silahkan ke kantor dan berkoordinasi langsung dengan anggota Reskrim yang menangani perkara ini,” ujar IPDA Maulana singkat saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon WhatsApp. (*)

Pos terkait