Anggaran Asrama Mahasiswa Disorot, Meyke Camaru Minta Pemda Buka Rincian Pengelolaan

Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo, Meyke Camaru saat ditemui Nusantara1.id, Senin, 11 Agustus 2025. [foto: fikarbuntuan/nusantara1]
Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo, Meyke Camaru saat ditemui Nusantara1.id, Senin, 11 Agustus 2025. [foto: fikarbuntuan/nusantara1]

NUSANTARA1.ID – Anggota Badan Anggaran DPRD Provinsi Gorontalo, Meyke Camaru, menyoroti rencana alokasi anggaran pemeliharaan asrama mahasiswa yang dinilai belum transparan.

Ia menegaskan perlunya penjelasan rinci terkait pemanfaatan anggaran sebesar Rp 3 miliar yang diajukan pemerintah daerah untuk pemeliharaan barang milik daerah, termasuk 30 unit asrama mahasiswa di luar daerah.

Meyke menyampaikan bahwa asrama mahasiswa merupakan fasilitas penting untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Gorontalo.

Bacaan Lainnya

Karena itu, pengelolaan dan pemeliharaannya harus jelas, terukur, dan memiliki dasar regulasi yang kuat.

“Asrama mahasiswa adalah fasilitas strategis. Pemeliharaannya harus mendapat perhatian serius dan dikelola dengan anggaran yang jelas,” kata Meyke dalam rapat pembahasan anggaran 2026, Kamis, 27 November 2025.

Ia meminta pemerintah menyampaikan rincian alokasi untuk tiap asrama. Menurutnya, publik berhak mengetahui penggunaan anggaran, terlebih beberapa asrama seperti di Manado dan Surabaya dinilai butuh perawatan mendesak.

“Kami ingin melihat breakdown anggaran untuk masing-masing asrama. Jangan sampai anggaran besar disetujui tanpa rincian yang jelas,” tegasnya.

Meyke juga menekankan perlunya kepastian bahwa pemeliharaan asrama mahasiswa benar-benar termasuk dalam urusan pemerintahan daerah.

Jika iya, maka harus ada regulasi yang mengatur pengelolaan aset, tanggung jawab, hingga mekanisme perawatan.

Ia menambahkan bahwa kondisi fisik sejumlah asrama perlu diperiksa secara berkala untuk memastikan kelayakan dan kenyamanan mahasiswa. Ia mendesak pemerintah melakukan inspeksi rutin agar kerusakan dapat ditangani lebih cepat.

“Kita harus tahu kapan terakhir asrama ini diperiksa. Jangan tunggu rusak parah baru diperbaiki,” ujar Meyke.

Melalui Banggar, DPRD memastikan akan mengawal proses penganggaran dan pelaksanaan pemeliharaan asrama mahasiswa pada tahun anggaran 2026 agar tepat sasaran dan memberi dampak nyata bagi mahasiswa Gorontalo di berbagai daerah. (*)

Pos terkait