NUSANTARA1.ID – Menjelang perayaan Hari Ketupat yang digelar satu minggu setelah Idulfitri, warga Desa Huidu, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo, mulai mempersiapkan berbagai hidangan khas, seperti nasi bulu dan burasa, pada Ahad (6/4).
Darni, salah seorang warga Desa Huidu, mengatakan bahwa penyediaan nasi bulu sudah menjadi tradisi tahunan di Kecamatan Limboto Barat dalam menyambut Lebaran Ketupat.
“Setiap tahun kami menyiapkan nasi bulu untuk disajikan kepada keluarga dan masyarakat yang datang berkunjung. Tahun ini kami menyiapkan sekitar 200 lebih ujung nasi bulu,” ujar Darni.
Nasi bulu merupakan makanan khas Gorontalo yang terbuat dari beras ketan dan santan. Campuran tersebut dimasukkan ke dalam batang bambu, kemudian dibakar hingga matang. Hidangan ini biasa disajikan bersama makanan khas lainnya sebagai bentuk jamuan kepada tamu saat Lebaran Ketupat.
Perayaan Lebaran Ketupat sendiri menjadi momen penting bagi masyarakat Gorontalo untuk mempererat tali silaturahmi serta melestarikan tradisi turun-temurun. (*)
![Ketupat 4 Nasi bulu yang dibakar warga desa huide kecamatan limboto barat. [foto:juna/nusantara1]](http://nusantara1.id/wp-content/uploads/2025/04/Ketupat-4.jpg)

![007 PLN Upacara Foto bersama seluruh pegawai dan tenaga alih daya PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan Gorontalo usai pelaksanaan upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. [foto:dok/pln]](http://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/08/007-PLN-Upacara-200x112.jpg)


![016 Irup Pinogu Kapolsek Suwawa, IPTU. Ismet Ishak menerima bendera merah putih saat bertindak sebagai Irup pada Upacara Penurunan Bendera di Pinogu. [foto:dok]](http://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/08/016-Irup-Pinogu-200x112.jpg)


