Selama 11 Tahun, Tradisi ‘Kokoo’ Hadir Meriahkan Awal Ramadan di Gorontalo

Warga Kota Gorontalo turun ke jalan guna mengikuti tradisi ‘kokoo’ pada malam sahur pertama, Sabtu Sabtu (1/3). [foto:fikar/nusantara1]
Warga Kota Gorontalo turun ke jalan guna mengikuti tradisi ‘kokoo’ pada malam sahur pertama, Sabtu Sabtu (1/3). [foto:fikar/nusantara1]

NUSANTARA1.ID – Gorontalo terus memeriahkan setiap awal bulan Ramadan dengan Tradisi ketuk sahur atau dikenal dengan ‘Kokoo’ selama 11 tahun.

Tradisi ini kembali hadir pada Sabtu (1/3) untuk menemani masyarakat Gorontalo dalam menyambut masuknya 1 Ramadan 1446 Hijriah.

Iring-iringan untuk Kokoo ini dimulai pada 01.00 Wita dari bundaran Saronde Kota Gorontalo dan finis di Kelurahan Talumolo.

Bacaan Lainnya

Dengan antusias yang tinggi, ribuan warga hadir dan memeriahkan acara ini yang diiringi ketukan 800 kentongan.

Dalam kesempatan itu, Ketua Kokoo Gorontalo, Fikram Idrus menyampaikan terima kasihnya atas berbagai dukungan sehingga bisa terselenggaranya acara ini.

Menurutnya, dengan terus diselenggarakannya tradisi kokoo dapat menjadi hal unik di Gorontalo.

“Dengan terus dilakukan maka bisa kita perkenalkan ke daerah lainnya, bahwa di Gorontalo ada Kokoo,’ ucapnya saat memberikan sambutan.

Ia juga mengaku, tradisi ini telah dijaga selama 11 tahun sejak 2014 lalu dan telah banyak mengalami kemajuan.

Ke depannya ia berharap pemuda di Gorontalo bisa dapat menjaga eksistensi dari tradisi kokoo yang perlahan mulai dikenal masyarakat luar Gorontalo.

Sementara itu, Anastasya, salah satu warga yang hadir dalam acara ini mengungkapkan besarnya daya tarik tradisi ini bagi masyarakat saat masuk bulan Ramadan di Gorontalo.

“Memang adanya kokoo di setiap awal Ramadan menjadi hal yang menarik, sehingga banyak warga datang untuk menyaksikan langsung,” Kata Audy usai mengikuti iring-iringan. (*)

Pos terkait