‘Pinter’ Tak Ingin Sekadar Hadir Sebagai Parpol yang Menawarkan Slogan

Ketua Umum Partai Indonesia Terang (Pinter) Cut Nyak Rizayati. [foto:dok]
Ketua Umum Partai Indonesia Terang (Pinter) Cut Nyak Rizayati. [foto:dok]

NUSANTARA1.ID – Partai Indonesia Terang (Pinter) tak ingin sekadar hadiri sebagai Partai Politik (Parpol) yang menawarkan slogan ke masyarakat. 

Penegasan ini disampaikan Ketua Umum Pinter, Cut Nyak Rizayati yang mena menurutnya konsolidasi nasional menjadi langkah awal untuk memperkuat struktur partai di seluruh Indonesia.

Konsolidasi tersebut mencakup 38 provinsi hingga struktur di tingkat kabupaten/kota, kecamatan, kelurahan, dan desa.

Bacaan Lainnya

“Ini persiapan untuk menghadapi pemilu dan pemilu presiden 2029. Pinter tidak ingin sekadar hadir sebagai partai politik yang menawarkan slogan,” tegas Cut Nyak Rizayati.

Ditambahkan Cut Nyak Rizayati, setiap program yang disampaikan kepada masyarakat harus dapat dibuktikan melalui kerja nyata.

“Jangan asal-asal ngomong doang. Omongan ini harus kami buktikan,” tegasnya.

Cut Nyak Rizayati mengatakan partainya akan mendorong program yang dinilai berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Beberapa di antaranya penerangan jalan umum tenaga surya (PJUTS), rumah bersubsidi, hingga swasembada pangan.

Dia menyebut program tersebut bukan semata-mata kepentingan partainya, melainkan bagian dari upaya memperjuangkan kepentingan rakyat dan negara.

“Ini kan kepentingan rakyat, bukan kepentingan partai politik tertentu,” ujarnya.

Cut Nyak Rizayati juga menyatakan Pinter mendukung keberlanjutan program pemerintah yang dinilai memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Pinter, Gempar Soekarnoputra mengajak seluruh elemen bangsa mengedepankan persatuan.

Dia meminta kritik terhadap pemerintah tidak disampaikan dengan saling menghujat atau memaki.

“Kalau ada pemerintah punya program yang kurang pas, saling melengkapi dan menyempurnakan,” kata Gempar.

Gempar menilai persoalan bangsa harus diselesaikan melalui semangat gotong royong.

Dia mengajak masyarakat berkontribusi melalui pikiran, tenaga, dan karya masing-masing.

“Yang penting berkarya untuk rakyat,” tegasnya.

Gempar juga menekankan pentingnya menyampaikan kritik secara santun dan membangun.

Menurut dia, perbedaan pandangan seharusnya tidak menjadi alasan untuk memperuncing persoalan bangsa.

“Bangsa Indonesia itu santun. Kritik membangun dengan sopan santun,” kuncinya. (*)

Pos terkait