NUSANTARA1.ID – Kapolda Gorontalo Irjen Pol. Widodo menyebut aktivitas pertambangan tanpa izin (PETI) di Kabupaten Pohuwato mulai berkurang setelah dilakukan berbagai penindakan oleh aparat kepolisian.
Hal itu disampaikan Widodo saat diwawancarai awak media, Jumat 6 Februari 2026, menanggapi masih adanya laporan aktivitas tambang ilegal di wilayah tersebut.
Menurutnya, sejumlah pelaku tambang ilegal sudah diamankan dalam operasi yang dilakukan sebelumnya. Penindakan tersebut merupakan bagian dari langkah terpusat yang juga melibatkan tim dari Bareskrim Polri.
“Secara terpusat sudah ada tim dari Bareskrim yang turun. Hasilnya beberapa sudah ditangkap dan aktivitas mereka sudah berkurang,” ujar Widodo.
Ia menjelaskan, setelah dilakukan penindakan, sebagian pelaku tambang ilegal memilih menghentikan aktivitasnya tanpa harus ditangkap. Bahkan sejumlah pemodal atau bandar disebut sudah melarikan diri setelah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
“Sekarang sudah banyak yang tutup sendiri. Dari bandar atau pemodal juga ada yang kabur karena sudah masuk DPO,” jelasnya.
Meski demikian, Widodo mengakui masih ada sebagian penambang yang tetap beroperasi secara sembunyi-sembunyi. Aktivitas tersebut umumnya dilakukan pada malam hingga dini hari untuk menghindari pengawasan aparat.
“Mereka beroperasi malam sampai subuh, bahkan ada yang 24 jam,” katanya.
Kapolda memperkirakan sekitar setengah dari aktivitas tambang ilegal yang sebelumnya beroperasi kini telah berhenti. Namun pihaknya tetap melakukan pemantauan dan akan menyiapkan langkah lanjutan jika masih ditemukan aktivitas serupa.
Ia juga menegaskan bahwa proses penindakan terhadap tambang ilegal bukanlah perkara mudah. Selain kondisi medan yang berat dan lokasi yang jauh, operasi penertiban juga harus mempertimbangkan faktor anggaran, waktu, kekuatan personel, serta risiko di lapangan.
“Menangkap itu tidak gampang. Medannya jauh dan berat. Kita juga harus mempertimbangkan anggaran, waktu, personel dan risikonya,” tegasnya.
Widodo menambahkan, pihaknya turut memperhatikan berbagai laporan yang berkembang di masyarakat, termasuk informasi adanya korban meninggal akibat aktivitas tambang ilegal. Hal tersebut menjadi perhatian serius kepolisian untuk mengambil langkah penanganan lebih lanjut.
Selain itu, ia menyoroti aktivitas tambang yang berada di kawasan tertentu yang sulit dijangkau, seperti wilayah Sanggar Alam yang memiliki pembatasan akses.
“Kita tetap monitor dan akan menyiapkan langkah-langkah ke depan,” kuncinya. (*)
![Polda 003 Irjen Widodo Kapolda Gorontalo Irjen Pol. Widodo, saat diwawancarai awak media [foto:dok/humas]](http://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/03/Polda-003-Irjen-Widodo.jpg)

![Desmont Kepala Bidang Humas Polda Gorontalo, Kombes Pol. Desmont Harjendro [foto:dok/humas]](http://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/05/Desmont-200x112.jpg)

![Narkoba Polisi amankan 11 orang di kampung Narkoba, Samarinda [foto:dok/bareskrim]](http://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/05/Narkoba-200x112.jpeg)

![009 Panen Raya Kapolda Gorontalo, Irjen Widodo bersama unsur Forkopimda saat mengikuti Panen Raya Jagung, Sabtu 16 Mei 2026 [foto:dok/humas]](http://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/05/009-Panen-Raya-200x112.jpg)

