Bupati Gorontalo Dorong Optimalisasi Zakat Lewat Pembentukan UPZ KUA Kecamatan

Pengukuhan UPZ KUA Kabupaten Gorontalo. [foto:juna/nusantara1]
Pengukuhan UPZ KUA Kabupaten Gorontalo. [foto:juna/nusantara1]

NUSANTARA1.ID – Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong optimalisasi pengumpulan zakat sebagai instrumen peningkatan kesejahteraan masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kantor Urusan Agama (KUA) di seluruh kecamatan se-Kabupaten Gorontalo.

Pembentukan UPZ KUA ini merupakan bagian dari Program Gerakan Pendataan Potensi dan Pengumpulan Zakat (GP3Z) yang dilaksanakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Gorontalo bekerja sama dengan Kementerian Agama. Pengurus UPZ KUA resmi dilantik dan dikukuhkan langsung oleh Bupati Gorontalo di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gorontalo, Kamis 5 Februari 2026.

Dalam sambutannya, Bupati Sofyan Puhi mengungkapkan bahwa potensi zakat di Kabupaten Gorontalo sangat besar, namun belum tergarap secara optimal. Berdasarkan estimasi, potensi zakat daerah mencapai sekitar Rp50 miliar per tahun, sementara realisasi penghimpunan zakat masih berada di kisaran Rp3 miliar.

Bacaan Lainnya

“Zakat memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai kewajiban keagamaan, tetapi juga sebagai instrumen sosial untuk mengurangi kemiskinan. Karena itu, potensi besar ini harus terus kita dorong agar dapat dimanfaatkan secara maksimal,” ujar Sofyan.

Ia menilai kehadiran UPZ KUA di tingkat kecamatan akan memperkuat pendataan muzakki dan mempermudah masyarakat menyalurkan zakat melalui lembaga resmi yang akuntabel dan terpercaya.

Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Gorontalo, Sukri Moonti, menyambut baik dukungan penuh yang diberikan pemerintah daerah. Menurutnya, pembentukan UPZ KUA merupakan langkah konkret dalam memperluas jaringan pengumpulan zakat hingga ke tingkat kecamatan.

“Dengan terbentuknya UPZ KUA, proses pendataan potensi zakat di wilayah kecamatan akan semakin terstruktur. Ini akan sangat membantu Baznas dalam meningkatkan penghimpunan zakat secara berkelanjutan,” kata Sukri.

Ia menambahkan, UPZ KUA diharapkan dapat bersinergi dengan UPZ kecamatan dan desa agar potensi zakat, infak, dan sedekah yang selama ini belum tergarap maksimal bisa dioptimalkan.

“Kami berharap kolaborasi ini mampu memperluas manfaat zakat, sehingga semakin banyak mustahik yang terbantu dan program pemberdayaan masyarakat bisa berjalan lebih efektif,” pungkasnya. (*)

Pos terkait