Terkait Hilirisasi Ayam Terintegrasi, Pengusaha Lokal Diberi Ruang Kolaborasi

Kunjungan Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo ke Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian Republik Indonesia [foto:dok/humas]
Kunjungan Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo ke Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian Republik Indonesia [foto:dok/humas]

NUSANTARA1.ID – Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo, Erwinsyah Ismail, mengungkapkan bahwa pihaknya menyambut baik program hilirisasi ternak di Provinsi Gorontalo. 

Ia menjelaskan bahwa kunjungan Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo ke Kementerian Pertanian, khususnya ke Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, dilaksanakan dalam rangka rapat koordinasi untuk memastikan kesiapan dan arah kebijakan program tersebut.

“Kami Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo menyambut baik program hilirisasi ternak ini. Kunjungan kami ke Kementerian Pertanian, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, adalah bagian dari rapat koordinasi agar program ini benar-benar memberikan manfaat bagi daerah,” ungkap Erwinsyah Ismail.

Bacaan Lainnya

Ia menambahkan bahwa dalam pertemuan tersebut, pihaknya juga menyuarakan aspirasi para pengusaha lokal agar diberikan ruang kolaborasi dalam pengembangan industri ayam terintegrasi di Gorontalo. Menurutnya, keterlibatan pelaku usaha lokal menjadi penting agar manfaat ekonomi program hilirisasi dapat dirasakan secara lebih merata di daerah.

“Saya menyuarakan aspirasi teman-teman pengusaha lokal agar bisa dibukakan ruang kolaborasi. Kami berharap program ini tidak hanya melibatkan investor besar, tetapi juga membuka kesempatan bagi pengusaha daerah untuk tumbuh dan berkembang bersama,” tambahnya.

Program yang kini telah memasuki tahapan penting setelah dilakukan kunjungan lapangan tersebut diharapkan dapat dinikmati langsung oleh para peternak ayam di Provinsi Gorontalo, khususnya peternak skala kecil dan menengah. Melalui pendekatan terintegrasi, mulai dari pembibitan, penyediaan pakan, proses produksi hingga pasca panen, rantai usaha ayam rakyat akan lebih terjamin dari sisi harga, pasokan, dan daya saing pasar.

Direktur Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan RI, Hendra Wibawa, menegaskan bahwa pembangunan industri ayam terintegrasi ini tidak menggantikan peran peternak rakyat, melainkan memperkuat posisi mereka dalam ekosistem industri unggas yang lebih modern dan efisien.

Adanya fasilitas pendukung seperti pabrik pakan dan rumah potong ayam modern, peternak diharapkan tidak lagi bergantung pada rantai pemasaran panjang yang selama ini menekan harga jual di tingkat kandang. Program hilirisasi ini juga diharapkan mampu melahirkan pengusaha-pengusaha baru di pedesaan serta membuka ratusan lapangan kerja baru, baik di sektor hulu maupun hilir perunggasan.

Kementerian Pertanian menegaskan bahwa pembangunan industri ayam terintegrasi dilaksanakan dengan tata kelola yang bersih, transparan, dan berpihak kepada masyarakat. Melalui kebijakan hilirisasi, pemerintah tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga melindungi keberlanjutan ekonomi peternak rakyat serta memperkuat ketahanan pangan nasional. (*)

Pos terkait