NUSANTARA1.ID – Mie instan boleh jadi makanan favorit banyak orang. Praktis dan rasanya yang nikmat jadi dua diantara banyak kelebihannya.
Tapi, masak mie instan juga tidak bisa dilakukan sembarangan. Cara masak mie instan berpengaruh terhadap kenikmatan dan tingkat keamanan yang diberikan.
Mie instan sendiri dikenal sebagai makanan olahan yang tidak menyehatkan. Mie instan umumnya nol nutrisi dengan kandungan tinggi natrium yang ada di dalam bumbunya.
Nah, beberapa cara memasak yang umum dilakukan membuat mie instan jadi semakin tidak menyehatkan dan kurang nikmat. Apa saja? Berikut diantaranya, merangkum berbagai sumber.
- Masak terlalu lama
Mengutip The Daily Meal, mie umumnya cepat matang. Sebagian besar mi instan bisa matang hanya dalam beberapa menit.
Penting untuk selalu mengawasi tingkat kematangan saat memasak mie instan. Membiarkannya terlalu lama direbus dalam air hanya akan membuatnya terlalu matang, lembek, dan lunak. Hal ini jelas akan mengurangi kenikmatan mie instan.
- Hanya memanfaatkan bumbu dalam kemasan
Mie instan dikenal praktis karena menyediakan bumbu dalam kemasan yang tinggal tabur. Namun, rasa yang kuat itu seringkali disertai dengan kandungan natrium yang tinggi.
Kandungan garam yang tinggi dalam bumbu mie instan juga bisa membuat rasanya menjadi agak monoton, menghilangkan kehalusan rasa dari hidangan.
Jangan hanya mengandalkan bumbu instan yang tersedia. Perkaya rasa dengan bumbu tambahan dari rempah-rempah dan herbal yang lebih menyehatkan.
Misalnya, kamu bisa menambahkan minyak wijen atau irisan daun bawang untuk meningkatkan rasa. Bawang puting cincang juga dapat menambah intensitas rasa gurih.
- Menggunakan air rebusan untuk kuah
Meski praktis, sebaiknya hindari menggunakan air rebusan mi sebagai kuah. Faktor kesehatan jadi alasannya.
Mie instan diproses secara intensif dan dikeringkan dengan cara digoreng dalam minyak. Akibatnya, mie instan menyerap banyak lemak. Saat direbus, lemak yang menempel dalam mi lepas ke dalam air rebusan.
Gunakan air panas yang baru untuk kuah mie instan. Hal ini tak cuma memberikan rasa mie instan yang lebih segar, tapi juga membuatnya jauh lebih sehat.
- Terlalu banyak topping yang tidak sehat
‘Internet’ jadi sajian populer di banyak warung kopi. Sajian itu terdiri dari mie instan yang dipadukan dengan telur dan kornet. Ada juga yang menambahkannya dengan keju.
Mie instan sendiri tinggi kalori. Jika ditambahkan dengan kornet–yang merupakan daging olahan–dan keju, jumlah kalori akan semakin bertambah.
Mengutip berbagai sumber, hindari topping yang tinggi kalori. Alih-alih telur dan keju, kamu bisa cukup menggunakan topping tambahan telur dan sawi hijau. Topping ini akan memberikan asupan protein dalam sajian.
Mie instan memang praktis. Tapi, upayakan agar mi instan tak dijadikan makanan sehari-hari.
Konsumsi mie instan setiap hari bisa berbahaya buat tubuh, mulai dari meningkatkan berat badan hingga picu penyakit kronis lainnya. (*)
![Mie Instan Ilustrasi. Cara masak mie instan berpengaruh terhadap kenikmatan dan kesehatan [foto:dok/honestdocs]](http://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/01/Mie-Instan.jpg)

![Es Batu di Kloset Ilustrasi. Sedang viral buang es batu ke toilet untuk bersih-bersih [foto:dok/kompas]](http://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/05/Es-Batu-di-Kloset-200x112.png)

![Ikan Nila Ilustrasi. Ikan nila, salah satu ikan rendah kolesterol yang banyak ditemukan di Indonesia [foto:dok/dapur]](http://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/05/Ikan-Nila-200x112.jpg)
![Ikan 1 Ilustrasi. Salah satu yang dapat menghambat penyumbatan jantung yakni konsumsi ikan berlemak [foto:dok/halodoc]](http://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/05/Ikan-1-200x112.jpg)
![Awet Muda Ilustrasi. Lakukan kebiasaan pagi yang bikin awet muda berikut [foto:dok]](http://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/05/Awet-Muda-200x112.jpg)

