NUSANTARA1.ID – Saat matahari tenggelam dan lampu-lampu jalan mulai menyala, kawasan Center Point Bone Bolango berubah menjadi ruang hidup yang penuh warna. Deretan tenda sederhana, kursi lipat, dan meja kecil berjajar rapi di atas paving block, menjadi penanda dimulainya denyut malam yang khas.
Aroma kopi panas, jajanan gorengan, hingga minuman kekinian bercampur dengan riuh obrolan pengunjung. Anak muda, keluarga, hingga pekerja yang melepas lelah tampak menikmati suasana santai di bawah langit malam. Mereka duduk berhadapan, berbagi cerita, ditemani segelas kopi atau minuman dingin yang disajikan cepat oleh para pedagang.
Food street Center Point bukan sekadar tempat makan. Kawasan ini telah menjelma menjadi ruang sosial terbuka, tempat warga Bone Bolango dan sekitarnya berkumpul tanpa sekat. Tidak ada musik keras atau gemerlap berlebihan, namun justru kesederhanaan itulah yang menjadi daya tariknya.
Di sisi jalan, deretan sepeda motor terparkir rapat, menandakan ramainya pengunjung. Pedagang terlihat sibuk melayani pesanan, sebagian lainnya berbincang akrab dengan pelanggan tetap. Hubungan penjual dan pembeli terasa cair, seolah telah terjalin lama.
Bagi pelaku UMKM, keberadaan food street ini menjadi harapan ekonomi malam hari. Dengan modal terbatas, mereka mampu bertahan dan berkembang melalui keramaian Center Point. Setiap malam adalah peluang, setiap gelas kopi adalah rezeki.
Di tengah geliat pembangunan dan perubahan kota, food street Center Point Bone Bolango hadir sebagai wajah lain dari daerah ini sederhana, hangat, dan penuh kebersamaan. Di sanalah rasa tidak hanya soal makanan, tetapi juga tentang suasana dan cerita yang terus hidup setiap malam. (*)
![Center Poin Kawasan Food Street Center Point Bone Bolango. [foto:juna/nusantara1]](http://nusantara1.id/wp-content/uploads/2025/12/Center-Poin.jpg)
![Kurang Mandiri Ilustrasi. Ada beberapa tanda yang bisa dilihat orang tua jika anak kurang mandiri. [foto:dok/ck]](http://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/07/Kurang-Mandiri-200x112.jpg)
![Gym Ilustrasi [foto:dok/anytimefitnes]](http://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/07/Gym-200x112.jpeg)
![Tidak ada Uang Respons ‘tak punya uang’ sebaiknya tidak dijadikan kebiasaan orang tua untuk menjawab keinginan anak. [foto:dok/klikdokter]](http://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/07/Tidak-ada-Uang-200x112.png)
![Bayi Ilustrasi. Dirjen Dukcapil menolak mencatat bayi bernama Muhammad MBG Subianto. [foto:dok/halomama]](http://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/07/Bayi-200x112.jpeg)
![Olahraga Ilustrasi. Olahraga terbaik untuk usia 50 tahun ke atas sebaiknya dipilih dengan mempertimbangkan keamanan serta risiko cedera yang lebih rendah. [foto:dok]](http://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/07/Olahraga-200x112.jpg)
![Anak Bercerita Ilustrasi. Penyebab anak jarang bercerita kepada orang tuanya. [foto:dok]](http://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/07/Anak-Bercerita-200x112.png)

