Bangun Barisan Perjuangan Sulit Jika Kaum Marhaen Belum Bebas Secara Finansial

Wakil Ketua MPR Bambang Wuryanto [foto:dok/kabar24]
Wakil Ketua MPR Bambang Wuryanto [foto:dok/kabar24]

NUSANTARA1.ID – Wakil Ketua MPR Bambang Wuryanto atau yang akrab disapa Bambang Pacul menegaskan bahwa bangun barisan perjuangan akan sulit jika kaum Marhaen belum terbebas dari persoalan finansial.

Hal itu disampaikannya dalam diskusi publik bertema ‘Front Marhaenis Ambil Peran: Berdaulat, Berdikari, Berbudaya’ yang diselenggarakan DPD Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Jakarta Raya di Jakarta, Sabtu 6 Desember 2025.

Dalam forum itu, Bambang awalnya menjelaskan struktur lapisan sosial masyarakat, antara lain dari kelompok lumpen, karyawan, praktisi, birokrat, elite politik, hingga pemilik kapital.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, realitas sosial tersebut memengaruhi kemampuan masyarakat untuk membentuk barisan perjuangan yang kuat.

“Syarat minimum Marhaenis adalah bebas dari segi keuangan. Ketika seseorang masih berada di lapis lumpen dan karyawan, membangun barisan perjuangan jadi sulit,” kata Bambang.

Bambang juga menyinggung kembali dinamika sejarah 1967, termasuk runtut peristiwa menjelang lengsernya Bung Karno hingga penandatanganan Kontrak Karya Freeport.

Menurutnya, ajaran Bung Karno tetap relevan tetapi membutuhkan reformulasi dalam strategi perjuangan. Bambang menggambarkan pentingnya membangun ‘tenaga Marhaen’ secara konsisten dengan pendekatan baru.

“Para ‘korea-korea’ marhaenis muda yang belum ‘melenting’ harus mulai membangun mentalitas kuat. Setelah berhasil, bantu yang lain dengan tenaga, jaringan, dan pikiran,” tuturnya. (*)

Pos terkait