NUSANTARA1.ID — Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Gorontalo kembali menggelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Tahun 2025. Kegiatan yang berlangsung di PLUT KUMKM Kabupaten Gorontalo ini memasuki batch kedua dan dilaksanakan sejak Kamis, 20 November hingga Sabtu, 22 November 2025.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Gorontalo, Arifin Suaib, usai menyampaikan materi pada Jumat 21 November 2025, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari empat batch yang direncanakan dengan total 410 peserta pengurus koperasi. Setiap koperasi diberikan kesempatan mengutus dua orang pengurus untuk mengikuti pelatihan.
“Batch kedua ini diikuti 100 peserta, sama seperti batch pertama. Batch tiga dan empat direncanakan masing-masing 100 hingga 110 peserta,” kata Arifin.
Arifin menyampaikan perkembangan terkini koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Ia menyebutkan, terdapat sekitar delapan koperasi yang telah beroperasi. Selain itu, data pada Simkopdes mencatat sebanyak 68 koperasi yang telah memiliki gerai. Namun, Arifin mengakui bahwa pembaruan data terbaru masih dalam proses.
Meski demikian, ia menyoroti sejumlah kendala mendasar yang masih dihadapi koperasi, terutama terkait persepsi masyarakat. Menurutnya, banyak warga masih mengidentikkan koperasi dengan layanan simpan pinjam, sehingga ekspektasinya keliru.
“Ketika pengurus melakukan rekrutmen anggota, masyarakat menanyakan kapan bisa meminjam. Padahal unit simpan pinjam bukan prioritas. Akibatnya mereka tidak jadi mendaftar atau enggan membayar simpanan wajib,” jelasnya.
Kondisi tersebut berdampak pada lemahnya permodalan awal koperasi karena modal utama seharusnya berasal dari anggota, bukan pembiayaan luar. Sementara itu, proses pembiayaan melalui pemerintah yang mengacu pada PMK 49 masih tertunda.
Terkait hal itu, Arifin berharap pemerintah pusat segera menerbitkan regulasi baru seiring terbitnya Instruksi Presiden Nomor 17 yang mengubah konsep operasional koperasi merah putih. Menurutnya, kepastian kebijakan sangat dibutuhkan agar koperasi dapat bergerak lebih optimal.
“Sekarang sudah masuk akhir tahun anggaran. Mudah-mudahan pada tahun anggaran baru, dukungan kebijakan dan pembiayaan bagi koperasi dapat dilaksanakan agar koperasi-koperasi ini bisa benar-benar berjalan,” ujarnya.
Arifin juga mengingatkan para pengurus untuk tidak diam menunggu kebijakan pusat. Ia meminta koperasi tetap aktif mengembangkan diri agar tidak terulang masa-masa stagnan seperti sebelumnya.
“Kondisi seperti sekarang tidak boleh dibiarkan. Pengurus harus tetap bergerak, karena koperasi idealnya dibangun dari kekuatan sendiri,” tegasnya.
Pelatihan kapasitas ini diharapkan mampu memperkuat kompetensi pengurus dalam mengembangkan koperasi serta menyiapkan SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045. (*)
![Pelatihan Koperasi Batch 2 Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pengurus KDKMP Kabupaten Gorontalo. [foto:juna/nusantara1]](http://nusantara1.id/wp-content/uploads/2025/11/Pelatihan-Koperasi.jpg)
![007 Penas Konsumsi Ketua TP PKK Provinsi Gorontalo, Nani Mokodongan saat memimpin rapat persiapan Penas KTNA XVII terkait dengan konsumsi [foto:dok]](http://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/05/007-Penas-Konsumsi-200x112.jpg)

![007nFGD FGD terkait hasil pengumpulan data kegiatan endline survey proyek The Development of Integrated Farming System in Upland Area [foto:/nusantara1]](http://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/05/007nFGD-200x112.jpg)


![Sugondo Makmur Sekda Kabupaten Gorontalo, Sugondo Makmur. [foto:juna/nusantara1]](http://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/04/Sugondo-Makmur-200x112.jpg)

