Marsinah, Aktivis Buruh dan Pahlawan Nasional 

A. Andrika Hasan. [foto:ist/koleksi andrika hasan]
A. Andrika Hasan. [foto:ist/koleksi andrika hasan]

Oleh: A. Andrika Hasan, S.Sos, SH, MH. (Aktivis Buruh)

SEBELUM penulis melangkah lebih jauh, ada baiknya mengajak pembaca untuk mengenal siapa Marsinah sebenarnya. Marsinah adalah aktivis buruh di Sidoarjo, Jawa Timur, yang dikenal karena memperjuangkan hak-hak pekerja. 

Namun, Marsinah gugur dalam kasus yang diduga kuat merupakan pelanggaran hak asasi manusia. Kematiannya menarik perhatian internasional. 

Bacaan Lainnya

Marsinah lahir pada 10 April 1969, dan besar di Nganjuk, Jawa Timur. Ia bekerja sebagai buruh di PT Catur Putra Surya (CPS), sebuah pabrik arloji di Porong, Sidoarjo.

Setelah mogok kerja dan negosiasi dengan perusahaan mengenai upah, ia dan rekan-rekannya mengalami intimidasi dari aparat militer. Marsinah menjadi juru bicara yang vokal dan berani dalam memperjuangkan hak-hak buruh, seperti upah layak dan kebebasan berserikat.

Pada 5 Mei 1993, Marsinah diculik setelah demonstrasi, dan jenazahnya ditemukan empat hari kemudian dalam kondisi yang mengenaskan. Visum menunjukkan ada tanda-tanda kekerasan seksual dan penyiksaan berat. 

Marsinah menjadi simbol perlawanan perempuan pekerja terhadap kekerasan dan sistem yang tidak adil. Kisahnya menjadi pengingat akan pentingnya solidaritas dan perjuangan untuk keadilan sosial.

Pada 10 November 2025, Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Marsinah, sebagai pengakuan atas perjuangan dan pengorbanannya.

Pemberian gelar Pahlawan Nasional bagi Marsinah dalam konteks kekinian, makna ‘pahlawan’ tidak hanya dimonopoli oleh mereka yang berjuang di medan perang. Pahlawan dari sosok buruh perempuan yang gugur memperjuangkan keadilan bagi kaum pekerja.

Penulis yang juga aktivis buruh, berterimakasih kepada Presiden RI, Prabowo Subianto, dengan diberinya gelar Pahlawan Nasional kepada Marsinah. Ini merupakan keputusan yang sangat bijak, tepat dan sudah melalui pertimbangan yang sangat matang.

Marsinah layak mendapat gelar Pahlawan Nasional. Gelar pahlawan ini bukan hanya sekadar kata, tapi jiwa dan raga. Ini sungguh menjadi kebanggaan serta kebahagian bagi kaum buruh dan pekerja serta para aktivis buruh.

Marsinah merepresentasikan kaum buruh dan pekerja, perjuangannya, begitu heroik. Bahkan pada 8 Mei, selalu dikenang diperingati sebagai Hari Marsinah oleh komunitas buruh/pekerja. Kisahnya diangkat dalam buku, film bahkan theater seperti Marsinah: Cry Justice dan Marsinah Menggugat.

Bukan hanya sampai disitu, Marsinah juga diberi berbagai penghargaan oleh lembaga HAM dan organisasi internasional.

Semua itu karena semasa hidupnya, gerakan Marsinah begitu masif dan aktif ketika ada kebijakan kenaikan upah minimum yang tidak dijalankan oleh perusahaan, ia melawan dengan lantang.

Perjuangan Marsinah kini menjadi refleksi bagi kaum buruh/pekerja, bahwa perjuangan kita belum selesai. Ini bahkan menjadi cambuk penyemangat serta energi positif untuk kita terus berjuang memperjuangkan hak-hak kaum buruh/pekerja.

Marsinah tidak hanya sekadar simbol perjuangan. Tak hanya sekadar simbol perlawanan atau pun menjadi simbol ketidakadilan. Tapi menjadi panutan dan keniscayaan dalam memperjuangkan hak-hak buruh, hak-hak pekerja, hak asasi manusia, serta hak-hak kaum perempuan di negeri ini.

Perjuangan kita belum berhenti dan tidak boleh terhenti. Terus berjuang demi kepentingan kaum buruh dan pekerja serta kemanusian. Tentunya perjuangan kita kini dimulai dengan perjuangan mengawal terus baik melalui sosial dialog aksi maupun langkah konstitusional melalui pengesahan UU Ketenagakerjaan yang baru pasca putusan Mahkamah Konstitusi dimana kita berjuang untuk ditetapkan oleh pemerintah dan DPR.

Akhir tulisan, sekali lagi saya ucapakan terimakasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto atas gelar Pahlawan Nasional yang diberikan kepada Marsinah. Semoga Bapak Presiden Prabowo Subianto selalu diberikan kesehatan, perlindungan serta kekuatan oleh Allah SWT untuk memimpin negeri ini menjalankan tugas negara sehingga membawa negeri ini lebih sejahtera mandiri aman dan berdikari. Aamiin (*)

Pos terkait