NUSANTARA1.ID – Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kabupaten Kepulauan Sangihe merupakan salah satu dari TPA di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang sampai saat ini masih beroperasi.
Hal tersebut ditegaskan oleh Plt. Kadis Lingkungan Hidup, Ronijaya Pasiale dalam kegiatan Penanaman Pohon dan Penyerahan Piagam Penghargaan kepada Petugas Kebersihan yang berlokasi di TPA Santiago, Jumat (4/4).
Katanya, TPA Santiago dilakukan pengawasan langsung dari Tim Gakkum Lingkungan Hidup terkait dengan pengelolaan sampah.
Hasilnya, TPA Santiago Sangihe dinilai masih layak untuk beroperasi, dan menjadi salah satu TPA yang masih aktif di Provinsi Sulawesi Utara.
“Secara keseluruhan di Sulut hanya ada 2 TPA yang masih beroperasi salah satunya di Sangihe dan selebihnya ditutupm,” ungkapnya.
Ronijaya juga mengungkapkan, luas dari TPA Santiago mencapai 6,37 Hektare, namun untuk sertifikatnya masih dalam proses.
Kemudian, sejumlah sarana penunjang TPA ini turut dijelaskan keadaannya, beberapa diantaranya telah mengalami kerusakan sehingga belum dapat beroperasi.
“Dan sarana pendukung lainnya seperti dump truck dari 6 hanya 5 yang beroperasi, satunya rusak. Kemudian untuk motor sampah dari 20 unit hanya 17 yang beroperasi karena tiganya rusak berat. Dan untuk mesin pengomposannya tidak berfungsi,” jelas Ronijaya.
Selain itu, terkait dengan upaya penanaman pohon ini dikatakan sebagai upaya untuk mengurangi resiko bencana, serta untuk menjaga kestabilan lingkungan.
Di tempat yang sama, Bupati Sangihe, Michael Thungari, mengatakan bahwa dengan mewakili masyarakat Sangihe menyampaikan terima kasih kepada petugas kebersihan yang telah menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab.
“Saya mewakili masyarakat mengucapkan terimakasih atas tanggung jawab dan dedikasi para petugas kebersihan. Karena saya sadar tidak semua dapat melaksanakan tugas seperti ini,” ungkapnya.
Michael Thungari juga mengatakan, upaya penanaman pohon di lingkungan TPA untuk memperbaiki ekosistem yang ada, serta meningkatkan daya serap air juga polusi.
“Kalau bisa dibilang, lingkungan di TPA ini agak tercemar, sehingga sebagai upaya perbaikan maka dilakukan penanaman pohon,” tegasnya.
Disisi lain, kepada para OPD yang ada di lingkungan kerja Pemkab Sangihe diharapkan untuk dapat terus mensosialisasikan penguraian sampah dari Rumah Tangga (RT).
Harapannya, setiap RT sudah mulai membiasakan diri untuk memisahkan sampah plastik sebelum pengangkutan, agar saat di TPA akan lebih mudah prosesnya.
“Karena kedepan di Sangihe sudah ada pengusaha yang akan membangun proses daur ulang sampah plastik, dan itu sangat kami dukung,” ujarnya.
Untuk itu, Michael turut mengimbau agar setiap masyarakat Sangihe dapat menjaga alam, baik tanah, air dan udara sebagai bentuk budaya, agar Sangihe tetap lestari selamanya demi anak cucu sapta membara. (**)
![Sangihe 01 Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari saat menanam pohon di Lokasi TPA Santiago, Jumat (4/4). [foto:gracedauhan/nusantara1]](http://nusantara1.id/wp-content/uploads/2025/04/Sangihe-01.jpg)
![007 Penas Konsumsi Ketua TP PKK Provinsi Gorontalo, Nani Mokodongan saat memimpin rapat persiapan Penas KTNA XVII terkait dengan konsumsi [foto:dok]](http://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/05/007-Penas-Konsumsi-200x112.jpg)

![007nFGD FGD terkait hasil pengumpulan data kegiatan endline survey proyek The Development of Integrated Farming System in Upland Area [foto:/nusantara1]](http://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/05/007nFGD-200x112.jpg)


![Sugondo Makmur Sekda Kabupaten Gorontalo, Sugondo Makmur. [foto:juna/nusantara1]](http://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/04/Sugondo-Makmur-200x112.jpg)

