NUSANTARA1.ID – Jelang bulan suci Ramadan, Pemerintah Kota Gorontalo lakukan pemantauan dan pengecekan ketersediaan bahan pokok untuk memastikan kebutuhan masyarakat.
Kegiatan itu dilakukan melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Gorontalo bersama Satuan Tugas (Satgas) Pangan di Pasar Rabu Andalas dan Indogrosir, Rabu (26/2).
Langkah ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan permintaan yang biasanya meningkat menjelang hari besar keagamaan.
Sekda Kota Gorontalo, Ismail Madjid, menyampaikan bahwa hasil pemantauan menunjukkan ketersediaan bahan pokok masih dalam kondisi aman.
Dari hasil pantauannya, harga sebagian besar komoditas tergolong stabil, meski beberapa masih mengalami sedikit perubahan.
“Ada beberapa komoditas yang masih fluktuatif, seperti cabai dan bawang. Saat ini, harga cabai berkisar antara Rp 85 ribu hingga Rp 90 ribu per kilogram, sementara bawang berada di rentang Rp 35 ribu hingga Rp 40 ribu per kilogram. Untuk komoditas lainnya, seperti tomat, harganya masih stabil,” jelas Ismail usai peninjauan.
Walau begitu, pemerintah kota tetap menyiapkan langkah antisipatif guna memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan bahan pokok dengan harga terjangkau.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah menggelar pasar murah bersubsidi yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis 27 Februari 2025 di Kelurahan Padebuolo, Kota Gorontalo.
“Pasar murah di Kelurahan Padebuolo akan menyediakan sekitar 1.500 paket bahan pokok yang diperuntukkan bagi warga kategori miskin ekstrem,” tutur Ismail. (**)



![007 Penas Konsumsi Ketua TP PKK Provinsi Gorontalo, Nani Mokodongan saat memimpin rapat persiapan Penas KTNA XVII terkait dengan konsumsi [foto:dok]](http://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/05/007-Penas-Konsumsi-200x112.jpg)

![007nFGD FGD terkait hasil pengumpulan data kegiatan endline survey proyek The Development of Integrated Farming System in Upland Area [foto:/nusantara1]](http://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/05/007nFGD-200x112.jpg)


