Diintimidasi Saat Liputan, Wartawan di Gorontalo Gelar Aksi dan Temui Kapolda

Aliansi Jurnalis Gorontalo saat menggelar aksi di depan Mapolda Gorontalo terkait adanya dugaan intimidasi terhadap wartawan dua hari sebelumnya. (Foto: Nusantara1)
Aliansi Jurnalis Gorontalo saat menggelar aksi di depan Mapolda Gorontalo terkait adanya dugaan intimidasi terhadap wartawan dua hari sebelumnya. (Foto: Nusantara1)

NUSANTARA1.ID – Sejumlah wartawan menggelar aksi dan menemui Kapolda Gorontalo, Irjen Pol Drs. Angesta Romano Yoyol, Kamis (5/10). Mereka menggelar aksi solidaritas yang diduga merupakan buntut dari tindakan intimidasi terhadap sejumlah wartawan saat peliputan di bagian SPKT dua hari sebelumnya. 

Mereka mendatangi Polda Gorontalo tepat pada pukul 12.00 Wita. Hadir saat itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gorontalo, Fadli Poli bersama pengurus lainnya, Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Gorontalo, Melki Gani dan mengurus lainya, serta pengurus Ikatan Jurnalis Independen (AJI) Kota Gorontalo. 

Tampil sebagai orator dalam aksi tersebut yakni Yudistirahman Saleh yang mana mengecam adanya pembungkaman terhadap wartawan. Dirinya juga menyesalkan karena upaya seperti itu, masih saja terjadi di Gorontalo. 

Bacaan Lainnya

“Kami sangat menyesalkan, apalagi ini dilakukan oleh seorang oknum polisi. Padahal tugas dan kewenangan pers itu sendiri jelas diatur dalam Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999,” kata Yudistirahman Saleh. 

Kapolda Gorontalo, Irjen Pol Drs. Angesta Romano Yoyol saat menemui wartawan yang menggelar aksi Kamis (5/10). (Foto: Nusantara1)
Kapolda Gorontalo, Irjen Pol Drs. Angesta Romano Yoyol saat menemui wartawan yang menggelar aksi Kamis (5/10). (Foto: Nusantara1)

Sementara dalam aksi tersebut Kapolda Gorontalo, Irjen Pol Drs. Angesta Romano Yoyol meminta maaf kepada seluruh wartawan Gorontalo, atas apa yang dilakukan anggotanya. 

“Undang-undang Pers itu jelas. Oleh karena itu, saya meminta maaf yang sebesar-besarnya atas perlakuan yang tak pantas dari anggota saya,” katanya.

Bukan hanya meminta maaf, Irjen Pol Drs. Angesta Romano Yoyol berjanji akan mengevaluasi terhadap anggotanya atas perlakuan tak mengenakkan yang dilakukan kepada sejumlah wartawan.

“Jelas ini sebuah kesalahan. Saya akan panggil yang bersangkutan dan saya akan evaluasi. Sekali lagi, saya minta maaf,” ungkapnya.

Aksi yang sama juga digelar oleh Aliansi Jurnalis Pohuwato (AJP) di Mapolres Pohuwato. (*)

Pos terkait