NUSANTARA1.ID – Pemerintah Kabupaten Gorontalo mengeluarkan aturan bahwa produk pangan olahan yang akan dipasarkan melalui Gerai UMKM, harus memenuhi persyaratan administrasi dan standar kelayakan pangan.
Guna memenuhi hal tersebut, pemerintah daerah membekali pelaku usaha industri rumah tangga pangan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Penilaian Mandiri Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB).
Kegiatan tingkat Kabupaten Gorontalo Tahun 2026 itu dibuka Bupati Gorontalo Sofyan Puhi di Hotel Grand Q, Kota Gorontalo, Kamis 5 November 2026.
Sofyan Puhi mengatakan, penguatan UMKM merupakan salah satu program prioritas pemerintah daerah yang terus dilaksanakan sejak 2025. Dukungan terhadap pelaku usaha diharapkan dapat ditingkatkan, termasuk melalui penguatan anggaran pada 2027.
“Ini merupakan program utama kami. Karena itu, penguatan UMKM akan terus dilaksanakan. Bahkan, pada tahun 2027 kami berharap dukungan anggaran untuk pengembangan UMKM dapat lebih ditingkatkan,” ungkap Sofyan Puhi.
Ia juga mengapresiasi pembinaan dan pendampingan yang dilakukan sejumlah organisasi perangkat daerah, khususnya Dinas Koperasi dan Dinas Kesehatan, dalam meningkatkan kapasitas pelaku UMKM.
Salah satu fasilitas yang disiapkan pemerintah daerah adalah gerai UMKM di kawasan Telaga. Gerai tersebut direncanakan diresmikan pada peringatan HUT Kabupaten Gorontalo, 26 November 2026.
Sofyan Puhi menambahkan, Gerai UMKM akan menjadi tempat promosi sekaligus etalase produk lokal. Namun, pelaku usaha perlu memastikan produk yang dipasarkan telah memenuhi ketentuan administrasi dan kelayakan produk.
“Gerai ini nantinya menjadi wadah bagi produk-produk UMKM Kabupaten Gorontalo. Karena itu, persyaratan administrasi dan kelayakan produk harus dipenuhi agar produk yang ditampilkan benar-benar berkualitas,” jelasnya.
Melalui bimtek penilaian mandiri CPPOB, pelaku industri rumah tangga pangan diharapkan memahami proses produksi yang baik, mulai dari kebersihan tempat dan peralatan produksi, pengolahan bahan pangan, hingga penerapan prinsip keamanan pangan.
Pemenuhan standar tersebut penting untuk memastikan produk yang beredar aman dikonsumsi sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen. Dengan kualitas dan kelengkapan persyaratan yang terpenuhi, produk UMKM diharapkan memiliki peluang menjangkau pasar yang lebih luas.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan, Sekretaris Dinas Kesehatan, pelaku UMKM, tenaga kesehatan, serta undangan terkait lainnya. (*)

![Gunung Bromo Aktivitas Gunung Bromo saat erupsi. [foto:dok/herald]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/11/Gunung-Bromo-200x112.jpg)





