DPRD Minta BWS Tak Setengah Hati Tangani Danau Limboto, Ini Alasannya 

Anggota DPRD Provinsi Gorontalo dari Dapil I saat reses di BWSS II Gorontalo. [foto:dok/nusantara1]
Anggota DPRD Provinsi Gorontalo dari Dapil I saat reses di BWSS II Gorontalo. [foto:dok/nusantara1]

NUSANTARA1.ID – Persoalan eceng gondok di Danau Limboto dan aliran sungai di Gorontalo tak kunjung tuntas. Pemerintah rutin menerjunkan alat berat untuk mengeruk, namun pertumbuhan yang cepat membuat masalah terus berulang. 

Luapan eceng gondok kerap menyumbat daerah aliran sungai, menghambat arus air dan memperbesar potensi banjir saat musim hujan.

Persoalan ini menjadi perhatian Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Dapil Kota Gorontalo, Sri Darsianti Tuna, saat kunjungan Reses Masa Persidangan Pertama Tahun 2026/2027, ke Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi II Gorontalo, Rabu 4 November 2026.

Bacaan Lainnya

“Masalah eceng gondok ini terus menjadi keluhan masyarakat saat kami turun lapangan. Sekarang saja meskipun musim kemarau sungai kering tapi tetap dipenuhi eceng gondok. Meski warga sudah diberi pelatihan untuk mengolah dan memanfaatkan tanaman ini, namun ini harus menjadi perhatian serius,” tegas politisi PPP tersebut.

Darsianti mengatakan pihaknya perlu memahami program dan kewenangan BWSS II secara menyeluruh, karena persoalan sungai dan pengelolaan air kerap ditanyakan warga saat reses. Ia mencontohkan penataan kawasan Lekobalo yang menjadi perhatian sejak 2025 dan diharapkan terealisasi pada 2027. Menurutnya, penataan itu berkaitan erat dengan kondisi aliran sungai sehingga butuh penanganan terintegrasi.

Menanggapi itu, Kepala KPI SDA BWSS II, Haris Djafar, mengakui penanganan eceng gondok butuh upaya berkelanjutan.

“Kami tetap melaksanakan pengangkatan eceng gondok pada aliran sungai yang mengarah ke wilayah Kota Gorontalo untuk menjaga fungsi ekologis. Namun memang tidak mudah, sehingga diperlukan koordinasi lintas sektor dan anggaran yang cukup,” ujarnya. (*)

Pos terkait