Ditanggapi Kader Parpol Lain, Ghalieb: Begitulah Jika Teman Akrab Tapi Jarang Bersua 

Ketua FPG DPRD Provinsi Gorontalo, Moh. Abd. Ghalieb Lahidjun. [foto:dok]
Ketua FPG DPRD Provinsi Gorontalo, Moh. Abd. Ghalieb Lahidjun. [foto:dok]

NUSANTARA1.ID – Pernyataan Ketua Fraksi Partai Golkar (FPG) DPRD Provinsi Gorontalo, Moh. Abd. Ghalieb I. Lahidjun, menyangkut hasil evaluasi pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur, Gusnar Ismail-Idah Syahidah Rusli Habibie, menuai banyak respon, termasuk dari Parpol lain.

Betapa tidak, pernyataan Moh. Abd. Ghalieb I. Lahidjun itu memunculkan berbagai berita klarifikasi dan bantahan yang disampaikan oleh kader Partai Demokrat Gorontalo. Bukan hanya itu, ada juga klarifikasi dari tim komunikasi pemerintah Provinsi Gorontalo pada beberapa media online.

Tak boleh dipungkiri, berdasarkan sikap FPG itu, kini muncul isu politik yang sensitif, namun semua itu ditanggapi dingin oleh kader Parpol Berlambang Beringin ini.

Bacaan Lainnya

Dihubungi media ini, Moh. Abd. Ghalieb I. Lahidjun terkait isu-isu yang mulai merebak di masyarakat itu, mengaku heran. Dirinya merasa heran, kenapa media cukup ramai membicarakan isu-isu tersebut.

“Tim Komunikasi Pemerintah Provinsi Gorontalo dan juga kader Partai Demokrat yang notabene adalah teman dekat sesama koalisi pemerintah harus sampai secara masif memberikan klarifikasi dan bantahan di publik,” kata pria yang akrab disapa Ghalieb ini.

Menurut Ghalieb, dirinya maupun anggota FPG DPRD Provinsi Gorontalo tidak pernah menyampaikan topik-topik pemberitaan dan kritik seperti itu.

Bahkan hasil rapat fraksi hingga hari ini masih dalam penjadwalan untuk dilaporkan dan dikonsultasikan kepada Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie.

“Saya juga heran kenapa teman koalisi bahkan Pemprov Gorontalo harus seserius itu memberikan klarifikasi, tanggapan serta bantahan atas isu-isu tersebut. Padahal kami sama sekali belum memberikan keterangan terkait substansi hasil rapat fraksi dan sikap Partai Golkar terhadap pemerintah. Saya bahkan sudah cek ke teman-teman fraksi semua mengatakan tidak pernah menjelaskan hasil rapat fraksi ke media.” ungkap Ghalieb.

Namun menurut Ghalieb, apa yang dilakukan oleh teman koalisi dan Pemprov Gorontalo tersebut wajar adanya untuk tetap menjaga stabilitas politik dan pemerintahan saat ini.

Jika saja sempat terpikirkan ke teman-teman koalisi pada saat itu, untuk bertanya langsung pada FPG sebagai kawan akrab sesama koalisi terkait munculnya berbagai isu-isu miring tersebut, mungkin tidak perlu seserius itu membantah dan mengklarifikasi ke publik.

“Bahkan jika dibutuhkan, kita juga bisa membantu menjelaskannya ke publik terkait hasil evaluasi FPG. Kami merasa tidak enak hati karena harus kader Partai Demokrat sendiri yang jadi repot-repot menjelaskan tentang rapat FPG,” kata Ghalieb.

Politisi muda Partai Golkar ini lantas berkelakar bahwa, mungkin Parpol Koalisi pendukung pemerintahan Gusnar Ismail-Idah Syahidah, sudah jarang berkomunikasi dengan intens. Sehingga bisa sampai terjadi miss komunikasi sedramatis itu.

“Padahal keadaanya masih tetap sama seperti yang dulu. Ibarat dua teman akrab yang sudah lama tidak pernah ketemu, sehingga terkesan sudah tidak saling mengenal. Begitulah jika teman akrab, tapi jarang bersua,” ungkap Ghalieb.

Disinggung terkait kutipan-kutipan sikap partai dan kritik dirinya di beberapa media, serta serangan netizen pada dirinya akibat ramainya pemberitaan tersebut, Ghalieb menyampaikan bahwa memang salah satu efek dari perkembangan media informasi saat ini sudah seperti itu.

“Informasi yang benar bisa di frame menjadi salah, begitu juga sebaliknya. Tapi kita tidak perlu sampai harus menyalahkan media karena mereka pasti ingin beritanya menarik untuk dibaca. Begitu juga respons netizen, karena salah satu resiko terbesar menjadi politisi itu adalah harus setiap saat siap untuk dikritik. Jangan hanya senang dipuji, tapi gelisah jika dikritik,” kuncinya. (*)

Pos terkait