Zulkifli Hasan Yakin Produktivitas Petani di Gorontalo Terus Meningkat

Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan meninjau lokasi panen raya jagung di Kecamatan Pulubala Kabupaten Gorontalo. [foto:juna/nusantara1]
Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan meninjau lokasi panen raya jagung di Kecamatan Pulubala Kabupaten Gorontalo. [foto:juna/nusantara1]

NUSANTARA1.ID – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengapresiasi hasil panen jagung petani di Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo, saat menghadiri kegiatan panen raya pada Rabu 24 Juni 2026.

Kunjungan tersebut dilakukan di sela rangkaian agenda Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII yang berlangsung di Provinsi Gorontalo. Dalam kesempatan itu, pria yang kertap disapa Zulhas ini, turun langsung ke lahan pertanian dan berdialog dengan petani mengenai kondisi pertanian jagung di daerah tersebut.

Turut mendampingi Menko Pangan dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gorontalo, anggota DPRD Provinsi Gorontalo, serta Nelson Pomalingo.

Bacaan Lainnya

Saat meninjau lokasi panen, Zulhas mengaku terkesan dengan kualitas dan produktivitas jagung yang dihasilkan petani Pulubala. Menurutnya, ukuran tongkol jagung yang besar menunjukkan hasil budidaya yang baik serta didukung kondisi lahan yang produktif.

“Ini kalau saya lihat bisa 6 ton lebih per hektare. Besar-besar jagungnya. Di tempat saya biasanya lebih kecil, sekitar 5 ton per hektare,” ujar Zulhas.

Selain melihat hasil panen, Menko Pangan juga berdialog langsung dengan petani terkait harga jual jagung di tingkat petani. Dalam perbincangan tersebut, petani menyampaikan harga jagung saat ini berada di kisaran Rp6.000 per kilogram.

Mendengar hal itu, Zulhas menilai harga tersebut cukup baik bagi petani. Namun para petani menjelaskan bahwa harga tersebut biasanya terjadi sebelum panen raya dan berpotensi turun ketika produksi jagung mulai melimpah di pasaran.

Dialog juga membahas ketersediaan pupuk yang menjadi salah satu kebutuhan utama petani. Zulhas menanyakan langsung kondisi distribusi pupuk bersubsidi kepada petani yang hadir.

Para petani mengaku distribusi pupuk saat ini berjalan lebih lancar dibanding sebelumnya. Mereka juga menyampaikan adanya keringanan harga yang membantu mengurangi biaya produksi di tingkat petani.

“Pupuk lancar? Harga pupuk gimana? Diskon kan? Bagus kalau begitu. Dulu pupuk itu ruwet, sering terlambat. Sekarang mudah-mudahan tidak lagi,” kata Zulhas.

Menurut Menko Pangan, perhatian terhadap sektor pertanian merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Ia menegaskan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menaruh perhatian besar terhadap kesejahteraan petani dan keberlangsungan produksi pangan nasional.

Karena itu, pemerintah terus berupaya memastikan kebutuhan petani, termasuk pupuk dan sarana produksi lainnya, dapat tersedia dengan baik agar produktivitas pertanian terus meningkat.

Kecamatan Pulubala sendiri dikenal sebagai salah satu wilayah penghasil jagung di Kabupaten Gorontalo. Hasil panen yang ditinjau Menko Pangan menjadi gambaran potensi pertanian daerah yang terus berkembang dan berkontribusi terhadap produksi pangan nasional. (*)

Pos terkait