Universitas Gorontalo, Kampus Peradaban dan Sejarah Pergerakan Generasi Bangsa 

Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo, Moh. Abd. Ghalieb I. Lahidjun (tengah) saat menghadiri prosesi wisuda di UNIGO, Sabtu 8 Agustus 2026.
Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo, Moh. Abd. Ghalieb I. Lahidjun (tengah) saat menghadiri prosesi wisuda di UNIGO, Sabtu 8 Agustus 2026.

NUSANTARA1.ID – Ketua Fraksi Partai Golkar dan Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo, Moh. Abd. Ghalieb I. Lahidjun, menegaskan bahwa Universitas Gorontalo (UNIGO), bukanlah sekadar kampus. Namun, UNIGO merupakan kampus peradaban dan sejarah perjuangan Gorontalo. 

“UNIGO bukan sekadar menjadi institusi pendidikan tinggi yang mencetak lulusan, tetapi memiliki posisi penting sebagai bagian dari pusat peradaban dan sejarah pergerakan generasi bangsa di Gorontalo,” tegas Moh. Abd. Ghalieb I. Lahidjun.

Penegasan ini disampaikan saat Moh. Abd. Ghalieb I. Lahidjun menghadiri prosesi wisuda 661 lulusan Program Sarjana (S-1) dan Magister (S-2) Universitas Gorontalo, Sabtu 8 Agustus 2025.

Bacaan Lainnya

Moh. Abd. Ghalieb I. Lahidjun mengungkapkan, keberadaan UNIGO memiliki nilai historis dan filosofis yang kuat. Kampus tersebut lahir dari Yayasan Duluwo Limo Lo Pohala’a (DLP), sebuah nama yang menurutnya tidak sekadar menjadi identitas kelembagaan, tetapi mencerminkan akar sejarah, nilai, serta falsafah masyarakat Gorontalo.

“Mendirikan Universitas Gorontalo itu bukan sekadar mendirikan sebuah perguruan tinggi. Ada sejarah, ada falsafah dan ada nilai-nilai lokal Gorontalo yang menjadi bagian dari perjalanan kampus ini,” ujar Moh. Abd. Ghalieb I. Lahidjun.

Moh. Abd. Ghalieb I. Lahidjun yang juga mantan Presiden BEM UNIGO itu mengatakan, perjalanan UNIGO tidak dapat dilepaskan dari sejarah pergerakan mahasiswa dan dinamika intelektual di Gorontalo.

Karena itu, kata dia, UNIGO memiliki tanggung jawab lebih besar daripada sekadar menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik.

Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo, Moh. Abd. Ghalieb I. Lahidjun saat menerima menerima Buku Alumni dari Rektor UNIGO, Robby Hunawa. [foto:dok/ist]
Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo, Moh. Abd. Ghalieb I. Lahidjun saat menerima Buku Data Alumni dari Rektor UNIGO, Robby Hunawa. [foto:dok/ist]
“Kampus ini banyak melahirkan sejarah pergerakan di Gorontalo. Karena itu, UNIGO bukan hanya tempat orang mendapatkan gelar akademik, tetapi juga menjadi ruang tumbuhnya gagasan, gerakan dan generasi yang ikut menentukan arah masa depan daerah,” katanya yang juga alumni S-1 dan S-2 UNIGO.

Moh. Abd. Ghalieb I. Lahidjun juga memberikan apresiasi terhadap langkah pihak kampus yang menghadirkan konsep Harmoni Budaya Gorontalo dalam prosesi wisuda tahun ini.

Menurutnya, penggabungan unsur budaya lokal dalam prosesi akademik merupakan langkah penting untuk mempertegas karakter UNIGO sebagai perguruan tinggi yang tumbuh dari akar budaya Gorontalo.

Ia menilai, wisuda tidak semata-mata harus dimaknai sebagai seremoni pelepasan mahasiswa setelah menyelesaikan pendidikan. Lebih dari itu, momentum tersebut dapat menjadi ruang untuk mengingatkan para lulusan mengenai identitas, nilai dan tanggung jawab sosial yang melekat setelah mereka menyandang gelar akademik.

“Ketika budaya Gorontalo dihadirkan dalam prosesi wisuda, itu menjadi pesan bahwa pendidikan dan budaya tidak boleh dipisahkan. Para lulusan ini tidak boleh kehilangan identitas ketika nantinya mereka berada di tengah masyarakat,” jelasnya.

Moh. Abd. Ghalieb I. Lahidjun menyebut konsep tersebut semakin relevan karena 661 lulusan yang diwisuda merupakan bagian dari generasi yang nantinya akan mengisi berbagai sektor kehidupan, baik pemerintahan, dunia usaha, politik, pendidikan maupun sektor sosial kemasyarakatan.

Menurutnya, semakin tinggi pendidikan seseorang, semakin besar pula tanggung jawabnya untuk menjaga nilai-nilai yang menjadi akar kehidupan masyarakat.

“Ilmu pengetahuan harus berjalan bersama nilai dan budaya. Inilah yang saya kira ingin ditunjukkan UNIGO melalui Harmoni Budaya Gorontalo dalam wisuda kali ini,” ujarnya.

Ia berharap langkah tersebut tidak berhenti pada seremoni wisuda, tetapi dapat menjadi bagian dari konsistensi UNIGO dalam mengembangkan pendidikan tinggi yang memiliki karakter dan identitas lokal.

“UNIGO memiliki sejarah panjang. Identitas itu harus terus dijaga dan dikembangkan. Kampus ini harus tetap menjadi bagian dari perjalanan peradaban Gorontalo, sekaligus mampu menjawab tantangan zaman,” kuncinya. (*)

Pos terkait