Kasus Bullying Siswi Gorontalo Viral, Sekolah Tegaskan Tak Ada Toleransi

Ilustrasi. Kasus bullying kerap terjadi di lingkungan sekolah [foto:dok]
Ilustrasi. Kasus bullying kerap terjadi di lingkungan sekolah [foto:dok]

NUSANTARA1.ID — Dugaan kasus perundungan terhadap seorang siswi di Gorontalo menjadi perhatian publik setelah video kejadian tersebut viral di media sosial, Selasa 14 April 2026.

Video yang diunggah melalui akun Facebook bernama Fatra Amara itu memperlihatkan seorang siswi diduga menjadi korban kekerasan oleh sejumlah rekan sebayanya, disaksikan oleh beberapa orang di lokasi kejadian.

Selain video, beredar pula tangkapan layar percakapan yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut. Percakapan itu memuat informasi mengenai rencana pelaporan ke pihak sekolah serta adanya bukti berupa rekaman kejadian.

Bacaan Lainnya

Di sisi lain, muncul reaksi dari pihak keluarga salah satu terduga pelaku. Dalam percakapan yang beredar, ibu dari terduga pelaku disebut mempertanyakan kejadian tersebut dan membela anaknya.

Menanggapi hal itu, Kepala Sekolah SMP 8 Satap Telaga Biru, Imran Rahman mengungkap bahwa peristiwa tersebut terjadi di luar lingkungan dan di luar jam sekolah. Meski demikian, pihak sekolah menegaskan tidak mentoleransi tindakan perundungan.

Sekolah SMP 8 Satap Telaga Biru. [foto:juna/nusantara1]
Sekolah SMP 8 Satap Telaga Biru. [foto:juna/nusantara1]
“Kejadiannya di luar sekolah dan di luar jam sekolah. Namun kami tetap tidak mentoleransi perundungan dalam bentuk apa pun,” ujarnya saat diwawancarai, Rabu 15 April 2026.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari siswa, kejadian tersebut diduga bermula dari ketersinggungan. Terduga pelaku merasa tidak nyaman dengan cara korban memandang, yang kemudian memicu terjadinya kekerasan. Korban diketahui merupakan siswi kelas VII, sementara terduga pelaku berasal dari kelas IX.

Pihak sekolah telah mempertemukan orang tua kedua belah pihak untuk menggali informasi terkait peristiwa tersebut. Dalam pertemuan itu, orang tua pelaku mendorong agar kasus ini diproses secara hukum guna memberikan efek jera.

Sementara itu, pihak korban juga menyatakan akan melanjutkan kasus ini ke jalur hukum. Pertemuan tersebut turut dihadiri unsur pemerintah kecamatan, desa, serta dinas terkait.

Hingga saat ini, pihak kepolisian maupun instansi pendidikan belum memberikan keterangan resmi terkait penanganan kasus tersebut. Namun, beredarnya video dan percakapan itu memicu reaksi dari warganet yang mengecam tindakan perundungan di kalangan pelajar.

Sejumlah pengguna media sosial mendesak pihak sekolah dan aparat penegak hukum untuk segera menindaklanjuti kasus tersebut serta memberikan perlindungan kepada korban.

Kepala sekolah menambahkan, pihaknya selama ini rutin memberikan pembinaan kepada siswa terkait pencegahan perundungan, baik melalui kegiatan apel maupun pertemuan dengan orang tua. Ia juga mengimbau orang tua untuk berperan aktif dalam mengawasi perilaku anak di luar lingkungan sekolah guna mencegah kejadian serupa terulang.

Kasus ini kembali menjadi perhatian terkait pentingnya pencegahan dan penanganan perundungan di lingkungan pendidikan, serta peran orang tua, sekolah, dan masyarakat dalam melindungi anak. (*)

Pos terkait