LPG 3 Kilogram Langka, Dedi Dunggio Minta Pengawasan Ditingkatkan

Ketua DPRD Gorontalo Utara, Dedi Dunggio [foto:dok/dedi dunggio]
Ketua DPRD Gorontalo Utara, Dedi Dunggio [foto:dok/dedi dunggio]

NUSANTARA1.ID – Kelangkaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) bersubsidi ukuran 3 kilogram yang melanda wilayah tersebut sejak awal Ramadan 1447 hijriah, menuai keprihatinan Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo Utara, Dedi Dunggio. 

“Tentu ini kejadian yang krusial di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat selama Bulan Ramadan,” ungkapnya.

Antrean panjang dan kekosongan stok di pangkalan merupakan sinyal kuat perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi di Gorut. Hal ini dinilai tidak hanya menyulitkan rumah tangga, tetapi juga para pelaku usaha kecil yang sangat bergantung pada LPG bersubsidi.

Bacaan Lainnya

“Kelangkaan ini tentu membebani warga dan pedagang kecil, karena gas bersubsidi merupakan kebutuhan dasar masyarakat,” tegasnya.

Terhadap penjualan gas diluar pangkalan resmi juga menjadi perhatian dari Ketua DPRD Gorontalo Utara tersebut. Apalagi harganya diatas HET yang ditentukan.

“Saya juga mendapat laporan dari warga soal adanya pasokan gas dari luar daerah, yakni Kabupaten Gorontalo (tabung kepala merah), yang dijual dengan harga tinggi di wilayahnya,” kata Dedi.

Tentunya praktek seperti ini lebih menyusahkan masyarakat. Dedi berharap agar aparat penegak hukum dan dinas terkait menindak tegas oknum nakal tersebut. Perlu juga dilakukan inspeksi mendadak (sidak) oleh instansi teknis terkait langsung ke agen dan distributor agar diketahui jelas akar masalahya seperti apa. 

“Pengawasan harus diperketat agar subsidi tepat sasaran. Segera lakukan sidak baik di pasar, agen maupun distributor,” kuncinya. (*) 

Pos terkait