Bagi-bagi Takjil, Polda Gorontalo Libatkan Ormas, Mahasiswa dan Ojek Online 

Polda Gorontalo melibatkan Ormas, Mahasiswa dan Ojol untuk bagi-bagi takjil pada Jumar 6 Maret 2026 [foto:juna/nusantara1]
Polda Gorontalo melibatkan Ormas, Mahasiswa dan Ojol untuk bagi-bagi takjil pada Jumar 6 Maret 2026 [foto:juna/nusantara1]

NUSANTARA1.ID – Kepolisian Daerah (Polda) Gorontalo menggelar kegiatan berbagi takjil bersama organisasi masyarakat (Ormas), organisasi kepemudaan (OKP), mahasiswa, komunitas, serta berbagai elemen masyarakat di depan Mapolda Gorontalo, Jumat 6 Februari 2026.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolda Gorontalo Irjen Pol. Widodo yang turut membagikan paket takjil kepada para pengendara yang melintas. Sekitar 500 paket takjil dibagikan kepada masyarakat, termasuk pengemudi ojek online yang turut dilibatkan dalam kegiatan tersebut.

Kapolda Gorontalo Irjen Pol. Widodo mengatakan, kegiatan berbagi ini merupakan bagian dari upaya mempererat kebersamaan antara kepolisian dan masyarakat selama bulan suci Ramadan.

Bacaan Lainnya

“Temanya berbagi bersama Ormas, OKP, mahasiswa, komunitas dan elemen masyarakat untuk mempererat kebersamaan di bulan Ramadan,” ujar Widodo usai kegiatan.

Ia menjelaskan, kegiatan berbagi takjil tersebut tidak hanya dilakukan sekali, tetapi akan terus dilaksanakan selama Ramadan, termasuk oleh jajaran Polres di seluruh wilayah Gorontalo dengan menyesuaikan kondisi masing-masing.

Menurutnya, pada kegiatan hari ini disiapkan sekitar 500 paket takjil. Selain itu, Bhayangkari juga turut berpartisipasi dalam kegiatan berbagi tersebut.

“Paket hari ini kurang lebih 500 karena Bhayangkari juga ikut ambil bagian,” jelasnya.

Widodo menambahkan, selain pembagian takjil kepada masyarakat yang melintas, pihaknya juga menyiapkan kegiatan buka puasa bersama di masjid bagi masyarakat yang ingin singgah untuk makan sekaligus melaksanakan salat.

“Kalau yang mau makan di tempat, bisa masuk ke masjid untuk buka puasa dan salat. Kalau yang mau pulang, bisa membawa takjil sebagai oleh-oleh,” katanya.

Pada kesempatan itu, Kapolda juga mengimbau masyarakat untuk menjaga ketertiban dan keamanan selama bulan Ramadan, serta memanfaatkan momentum bulan suci untuk meningkatkan nilai-nilai religius.

Ia mengaku masih prihatin karena masih terdapat kasus kriminal yang terjadi selama Ramadan, salah satunya kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur yang terjadi baru-baru ini.

“Ini bulan baik, jangan sampai ada kejadian-kejadian kriminal. Semalam masih ada juga kasus pencabulan anak di bawah umur. Ini sangat kita sayangkan,” ungkapnya.

Meski demikian, Widodo menyebut secara umum tren kriminalitas di wilayah Gorontalo menunjukkan penurunan. Pihaknya juga terus mendorong masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan.

“Alhamdulillah tren kriminalitas lumayan turun. Kita terus mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga keamanan, mulai dari menjaga diri sendiri, kemudian bersama-sama menjaga lingkungan,” kuncinya. (*)

Pos terkait