Zulfikar Usira Nilai Pasar Murah Efektif Jaga Daya Beli Warga

NUSANTARA1.ID – Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo, Zulfikar Usira, menilai program Pasar Murah Bersubsidi “PARAS ST 2026” sebagai langkah nyata pemerintah daerah dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah potensi kenaikan harga bahan pokok jelang Ramadan

Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Desa Tuladenggi, Kecamatan Telaga Biru, Selasa 23 Februari 2026 itu dipadati warga sejak pagi. Masyarakat dari berbagai desa di Kecamatan Telaga Biru tampak hadir untuk memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang telah disubsidi.

Menurut Zulfikar, momentum Ramadan kerap diiringi lonjakan permintaan sejumlah komoditas, yang berimbas pada kenaikan harga di pasaran. Karena itu, intervensi pemerintah melalui pasar murah dinilai sebagai strategi efektif untuk menekan inflasi daerah.

Bacaan Lainnya

“Program ini adalah bentuk komitmen bersama antara eksekutif dan legislatif dalam menjaga stabilitas harga serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi,” ujarnya di sela kegiatan.

Ia menambahkan, tingginya partisipasi masyarakat menjadi indikator bahwa program tersebut memang dibutuhkan. Bahkan, hampir seluruh desa di Kecamatan Telaga Biru mengutus perwakilan untuk mengikuti pasar murah tersebut.

Zulfikar juga menyebutkan bahwa pelaksanaan PARAS ST 2026 tidak hanya berhenti di Telaga Biru. Pemerintah daerah berencana menggulirkan kegiatan serupa secara bertahap di 19 kecamatan di Kabupaten Gorontalo. Sebelumnya, pasar murah juga telah dilaksanakan di Kecamatan Asparaga.

Dalam kegiatan itu, panitia menyiapkan sekitar 1.000 kupon yang dapat ditukarkan dengan paket komoditas bersubsidi, terdiri dari beras 5 kilogram, minyak goreng, cabai (rica), dan bawang merah.

Sementara itu, kegiatan pasar murah dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo, Sugondo Makmur, dan turut dihadiri Camat Telaga Biru, unsur kepolisian, pemerintah desa, serta perwakilan Badan Pangan.

Melalui program PARAS ST 2026, pemerintah daerah bersama DPRD berharap stabilitas harga tetap terjaga dan masyarakat, khususnya kalangan kurang mampu, dapat lebih terbantu dalam memenuhi kebutuhan selama bulan suci Ramadan. (*)

Pos terkait