Sebanyak 22 Desa Hilang Saat Bencana Sumatera, 1.580 Kantor Desa Ikut Terdampak

Puluhan desa di Sumatera hilang akibat bencana banjir bandan pada 2025 lalu. [foto:dok/tangkapan layar]
Puluhan desa di Sumatera hilang akibat bencana banjir bandan pada 2025 lalu. [foto:dok/tangkapan layar]

NUSANTARA1.ID – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkapkan jika ada sebanyak 22 desa yang hilang akibat bencana yang menerjang Pulau Sumatra, 2025 lalu.

Menurut Tito Karnavian, 22 desa yang hilang itu rincian adalah, 13 desa di Aceh, delapan desa di Sumatera Utara, dan satu desa di Sumatera Barat.

Bukan hanya hanya itu, ada sebanyak 1.580 kantor desa di tiga provinsi tersebut terdampak, sehingga pemerintahan desa tidak dapat berfungsi secara normal.

Bacaan Lainnya

“Hampir seluruh daerah-daerah yang terdampak ada 52 daerah. Di kawasan dan kota di tiga provinsi di Aceh, 18 di Sumatera Utara, kemudian tiga di Sumatera Barat. Sumatra Barat paling cepat recovery dan tinggal tiga daerah yang menjadi atensi utama yaitu Agam,” kata Tito Karnavian, Jumat 9 Januari 2026.

Tito Karnavian juga menyebutkan wilayah Aceh saat ini menjadi dampak terbesar, yakni 1.455 kantor desa terdampak, disusul Sumatera Utara dengan 93 kantor desa terdampak, dan Sumatera Barat sebanyak 32 kantor desa.

Kemudian, lanjutnya, wilayah Aceh Utara dan Aceh Tamiang menjadi daerah dengan jumlah desa terdampak terbanyak.

Tito Karnavian mengatakan, sebagian besar sudah pemulihan, tinggal lima yang mendapat perhatian yakni, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga.

“Dan untuk Aceh memang yang paling berat terdampak dari 18 kabupaten, 11 sudah jauh membaik, yang tujuh lagi ini memerlukan atensi spesifik untuk dapat dipulihkan mulai dari Aceh-Tamiang, Aceh-Utara, Aceh-Timur, Aceh-Tengah kemudian Gayo Lues,” papar dia.

Untuk itu, Kemendagri telah mengirimkan 1.138 praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) untuk membantu pemulihan wilayah desa yang terdampak bencana. (*)

Pos terkait