Rumah Quran dan Rumah Terapi At-Tafakkur Resmi Diluncurkan di Bone Bolango

Penyerahan alat terapi dari pihak perusahaan kepada Yayasan Bhakti Abu Rohana pengelola LKSA At-Tafakur, Ahad, 4 Januari 2026. [foto:fikar/nusantara1]
Penyerahan alat terapi dari pihak perusahaan kepada Yayasan Bhakti Abu Rohana pengelola LKSA At-Tafakur, Ahad, 4 Januari 2026. [foto:fikar/nusantara1]

NUSANTARA1.ID — Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) At-Tafakkur resmi meluncurkan Rumah Quran dan Rumah Terapi At-Tafakkur, Ahad, 4 Januari 2026, di Kelurahan Tumbihe, Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango.

Peluncuran dua program ini menjadi langkah baru LKSA At-Tafakkur dalam memperkuat kemandirian ekonomi lembaga sekaligus menunjang keberlanjutan operasional pengasuhan anak.

Ketua Yayasan Bhakti Abu Rohana, Irwan menjelaskan, Rumah Quran dan Rumah Terapi dirancang selain program sosial, dihadirkan juga sebagai unit pendukung pembiayaan kegiatan LKSA.

Bacaan Lainnya

“Dua rumah ini kami siapkan untuk menopang operasional LKSA agar tidak sepenuhnya bergantung pada donasi,” ujarnya.

Ia menyebut, konsep pengasuhan yang dijalankan LKSA At-Tafakkur menerapkan dua model pengasuhan anak.

Penyerahan alat terapi dari pihak perusahaan kepada Yayasan Bhakti Abu Rohana pengelola LKSA At-Tafakur, Ahad, 4 Januari 2026. [foto:fikar/nusantara1]
Penyerahan alat terapi dari pihak perusahaan kepada Yayasan Bhakti Abu Rohana pengelola LKSA At-Tafakur, Ahad, 4 Januari 2026. [foto:fikar/nusantara1]
Model pertama diperuntukkan bagi anak-anak yang sudah tidak memiliki keluarga, terlantar, atau dididik penuh oleh LKSA. Anak-anak dalam kategori ini tinggal di asrama atau pondok yang disediakan yayasan.

Sementara model kedua, diterapkan bagi anak-anak yang masih bisa didekatkan dengan keluarga baik orang tua maupun keluarga terdekatnya.

“Anak tetap tinggal bersama orang tua atau keluarganya. Namun kebutuhan hidup seperti makan, pendidikan, dan kebutuhan dasar lainnya ditanggung oleh LKSA At-Tafakkur,” jelasnya.

Menurutnya, pendekatan tersebut bertujuan menjaga ikatan keluarga sekaligus memastikan hak-hak anak tetap terpenuhi.

Pembina Yayasan Bhakti Abu Rohana, Rusli Katili menambahkan, pola pengasuhan berbasis keluarga menjadi prinsip utama yang terus dijaga oleh LKSA At-Tafakkur.

“Kami tidak ingin memutus hubungan anak dengan keluarganya. Selama masih memungkinkan, anak tetap bersama keluarga, dan yayasan hadir sebagai penopang,” katanya.

Peluncuran Rumah Quran dan Rumah Terapi ini juga dirangkaikan dengan doa bersama memperingati lima tahun berdirinya LKSA At-Tafakkur.

Dalam pelaksanaannya, yayasan juga turut menggandeng salah satu perusahaan alat terapi kesehatan untuk mendukung operasional Rumah Terapi At-Tafakkur.

Program ini diharapkan tidak hanya memperkuat layanan pendidikan Al-Qur’an dan terapi kesehatan, tetapi juga menciptakan model pengelolaan LKSA yang berkelanjutan dan berpihak pada kepentingan terbaik anak hingga lingkungan sekitar LKSA. (*)

Pos terkait