NUSANTARA1.ID – Di Desa Tabongo Timur, Kecamatan Tabongo, Gorontalo, tanaman sacha inchi mulai naik kelas. Tanaman yang semula dianggap biasa kini dilirik sebagai sumber minyak sehat dan teh herbal yang bernilai jual tinggi.
Potensi itu coba dikembangkan melalui pendampingan Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Universitas Ichsan (UNISAN) Gorontalo bekerjasama dengan BUMDES Sinar Usaha.
Dalam pendampingan itu, Ketua Tim PKM UNISAN, Abd. Rahmat Karim Haba, menilai tanaman ini bisa menjadi pintu baru bagi ekonomi masyarakat desa.
“Buah sacha inchi dapat diolah menjadi minyak dan daunnya dapat diolah menjadi teh,” kata Abd. Rahmat Karim Haba, dalam keterangan tertulis yang diterima, Ahad, 14September 2025.
Pendampingan ini telah berlangsung sejak Juli hingga September 2025 dengan melibatkan anggota kelompok usaha desa.
![PendampinganTim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Universitas Ichsan (UNISAN) Gorontalo di Desa Tabongo Timur, Kecamatan Tabongo, Gorontalo. [foto: istimewa/humas]](http://nusantara1.id/wp-content/uploads/2025/09/8069e06d-8340-4cb9-b6bc-a2938b01cdb8.jpeg)
![PendampinganTim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Universitas Ichsan (UNISAN) Gorontalo di Desa Tabongo Timur, Kecamatan Tabongo, Gorontalo. [foto: istimewa/humas]](http://nusantara1.id/wp-content/uploads/2025/09/514722b1-be11-489c-b0fc-5c7429b2d934.jpeg)
Targetnya, olahan sacha inchi tidak hanya diproduksi dalam skala rumah tangga, tetapi bisa dikemas secara profesional hingga menembus pasar luar daerah.
“Sacha inchi memiliki banyak manfaat, baik untuk dikonsumsi langsung maupun diolah menjadi berbagai produk,” ujar dia.
Saat ini, sacha inchi Tabongo Timur mulai dikenal sebagai produk unggulan. Permintaan terhadap minyak dan teh berbahan dasar tanaman ini meningkat, membuka peluang baru bagi warga untuk menambah penghasilan.
“Ini memerlukan perhatian lebih, baik dalam bentuk pendanaan maupun pendampingan,” jelas Rahmat.
Sementara itu, Ketua BUMDES Sinar Usaha, Muh. Faisal Hidayat, menambahkan kelompoknya siap meningkatkan kapasitas, terutama dari sisi pengemasan dan pemasaran.
“Kami berharap kelompok BUMDES Sinar Usaha Tabongo Timur kelak memiliki rumah produksi yang lebih memadai,” ungkapnya.
Tak hanya itu, dukungan juga datang dari Pemerintah Desa Tabongo Timur. Kepala Desa, Hariyanto N Ismail, menegaskan program ini memberi dampak nyata bagi masyarakat.
“Kami berterima kasih kepada tim dari UNISAN Gorontalo yang telah membantu dan mengembangkan usaha kelompok BUMDES Sinar Usaha Desa Tabongo Timur, sehingganya kelompok usaha dapat memaksimalkan produksi dan memasarkan hasil produksinya,” ungkap Hariyanto.
Terkait anggaran, pemberdayaan ini didanai langsung Direktorat Riset Teknologi Pengabdian Masyarakat (DRTPM) dan diharapkan menjadi langkah awal menjadikan Tabongo Timur sebagai sentra olahan sacha inchi di Gorontalo.
![Pendampingan PendampinganTim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Universitas Ichsan (UNISAN) Gorontalo di Desa Tabongo Timur, Kecamatan Tabongo, Gorontalo. [foto: istimewa/humas]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2025/09/49c131f1-2689-4544-afb0-491cb505c48b.jpeg)

![Jangan Buang Ibu1 Nirina Zubir dan Amanda Manopo dalam trailer film Jangan Buang Ibu [foto:dok/Leo Pictures]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/05/Jangan-Buang-Ibu1-200x112.jpg)
![Film Desember Jani Pemeran dan tim produksi film Desember Jani [foto:dok/Palari Films/Poplicist]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/05/Film-Desember-Jani-200x112.jpg)

![KKN UNG Mahasiswa KKN UNG luncurkan ‘SIDesamolutabu’ [foto:dok/KKN]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/05/KKN-UNG-200x112.jpg)


