Beredar Isu Tsunami, Kapal KMP Moinit Nyaris Gagal Berangkat

Kapal KMP Moinit di Pelabuhan Penyebrangan Ferry Gorontalo. [foto: fikarbuntuan/nusantara1]
Kapal KMP Moinit di Pelabuhan Penyebrangan Ferry Gorontalo. [foto: fikarbuntuan/nusantara1]

NUSANTARA1.ID – Pemberangkatan kapal Moinit dari Gorontalo tujuan Pagimana dikabarkan nyaris gagal berangkat usai mendapatkan kabar terkait adanya waspada tsunami di wilayah Gorontalo, Rabu pagi, 30 Juli 2025.

Pengawas Satuan Pelayanan Pelabuhan Ferry Gorontalo, Deni Abdul mengatakan bahwa pihaknya sempat menutup loket pembelian tiket sesuai dengan hasil koordinasi dengan Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan.

“Terkait dengan kegiatan kami di pelabuhan penyeberangan untuk pelayanan penjualan tiket yang penyeberangan menuju Pagimana, untuk sementara kita tutup, karena dengan adanya pemutaran data dari BMKG. Di mana pada pukul 15.39 itu gelombang tsunami akan tiba di Gorontalo, di kota Gorontalo,” jelas Deni.

Bacaan Lainnya

Saat waktu menunjukkan pukul 16.47 Wita, loket tiket kembali dibuka dan jadwal keberangkatan tetap akan dilakukan Rabu malam.

Sebelumnya, telah diperkirakan BMKG bahwa akan tiba gelombang dengan tinggi 0.5 meter di wilayah Kota Gorontalo pada pukul 16.39 Wita, kemudian pihak pelabuhan telah berkoordinasi dan mendapatkan hasil aman untuk pelayaran.

“Dari supervisi terkait loket sudah mau dibuka lagi berhubung dari daftar BMKG itu di Kota Gorontalo itu sudah tidak ada lagi maka dari supervisi sudah membuka loket,” ujarnya.

“Jadwal sebelumnya pukul 20.00 Wita nanti juga akan tetap diberangkatkan,” sambung Deni menutup pernyataannya.

Pos terkait