NUSANTARA1.ID — Meski status waspada tsunami telah dicabut oleh BMKG, sejumlah warga di kawasan pesisir Kota Gorontalo, khususnya di Kelurahan Pohe, tampak masih berkumpul di pinggir jalan sambil memantau kondisi laut. Beberapa dari mereka bahkan terlihat menyiapkan ponsel dan kamera untuk mengabadikan momen, jika terjadi perubahan signifikan pada permukaan air laut.
Pantauan pada Rabu 30 Juli 2025, belasan warga duduk di atas motor atau berdiri di trotoar, menghadap langsung ke arah laut. Suasana tampak tenang, dan aktivitas warga berjalan seperti biasa. Angin timur yang berembus kencang menambah dramatis pemandangan di sekitar kawasan Pelabuhan Gorontalo.
“Kami tidak panik, cuma penasaran. Kalau betul ada tsunami, pasti terlihat tanda-tandanya di laut,” ujar salah satu warga yang ikut memantau dari tepi jalan.
Sebelumnya, BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami menyusul gempa bermagnitudo 8,7 di lepas pantai timur Rusia. Meski demikian, status peringatan untuk wilayah Gorontalo sudah dinyatakan berakhir pada siang hari.
Pihak BPBD Gorontalo tetap mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang tidak valid dan hanya merujuk pada sumber resmi seperti BMKG dan pemerintah daerah. (*)

![001 Penyaluran BBM Sebanyak 643 voucher BBM disalurkan ke Pebentor dan Ojol yang mana program telah dievaluasi oleh Wakil Bupati Gorontalo Tonny S. Junus, Kamis 1 Oktober 2026. [foto:dok/humas]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/10/001-Penyaluran-BBM-200x112.png)
![Ismet Mile Bupati Bone Bolango, Ismet Mile. [foto:dok/nusantara1]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/10/Ismet-Mile-200x112.jpg)
![001 Bonbol Pinogu Sekda Bone Bolango, Iwan Mustapa mendampingi Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail dalam kunjungan kerja ke Direktorat Jenderal Konservasi KSDAE terkait Pembangunan Akses Jalan Pinogu, Selasa 29 September 2026. [foto:dok/humas]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/10/001-Bonbol-Pinogu-200x112.jpeg)



