Cekcok Soal TPP Berujung Fatal, ASN di Kabupaten Gorontalo Ditodong Pistol

ASN di DInas Sosial Kabupaten Gorontalo ditodong pistol di kantornya. [foto:ist/tangkapan layar]
ASN di DInas Sosial Kabupaten Gorontalo ditodong pistol di kantornya. [foto:ist/tangkapan layar]

NUSANTARA1.ID – Suasana Kantor Dinas Sosial Kabupaten Gorontalo mendadak mencekam pada Rabu 4 Juni 2025. Ini setelah seorang pria berinisial RK mengamuk dan menodongkan senjata api jenis pistol ke arah ZH (47), seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di kantor tersebut.

Kejadian yang terjadi sekitar pukul 08.00 WITA itu membuat sejumlah ASN yang baru datang untuk melakukan absen pagi berteriak histeris. ZH yang merupakan warga Desa Pentadio Timur, Kecamatan Telaga Biru, mengaku pelaku tiba-tiba datang dan langsung mengarahkan pistol ke arahnya sambil mengeluarkan ancaman.

“Jongkok kamu, buka mulutmu!” begitu kalimat yang disampaikan pelaku ke saya sambil menodongkan pistol,” ujar ZH usai kejadian.

Bacaan Lainnya

Informasi yang dihimpun menyebutkan, pelaku RK merupakan mantan dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Gorontalo. Aksi penodongan ini diduga berkaitan dengan insiden sehari sebelumnya, di mana ZH terlibat adu argumen dengan seorang ASN berinisial N, yang diketahui adalah pacar pelaku.

ZH telah melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Gorontalo, polisi telah mengamankan RK untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku dan korban. Sementara itu, senjata api yang digunakan pelaku belum ditemukan RK mengaku telah membuang senjata tersebut ke sungai setelah kejadian.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gorontalo, Titi Nur, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa saat kejadian dirinya sedang berada di lokasi bencana tanah longsor di Desa Dulamayo Selatan.

“Saya baru tahu setelah menerima video insiden dari staf melalui grup WhatsApp kantor. Saya langsung kembali ke kantor, namun belum memperoleh informasi lengkap karena korban dan pelaku sudah berada di Polres untuk pemeriksaan,” jelasnya.

Titi Nur menambahkan bahwa pihaknya segera akan melaporkan kejadian ini kepada bupati Gorontalo, Sekda dan berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk menindaklanjuti permasalahan tersebut.

Berdasarkan informasi yang beredar, insiden ini dipicu oleh masalah pencairan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP). Sebelumnya, sejumlah ASN mempertanyakan ketidaksesuaian absensi Kasubag Kepegawaian berinisial N, yang membuat N tersinggung dan memicu adu argumen dengan ZH.

Tak terima, N diduga melaporkan kejadian tersebut kepada pacarnya RK, yang kemudian datang ke kantor keesokan harinya dan melakukan aksi penodongan.

Pihak kepolisian masih terus menyelidiki kasus ini, termasuk keberadaan senjata api yang digunakan pelaku. (*)

Pos terkait