NUSANTARA1.ID – Sejumlah gudang jagung di Kabupaten Gorontalo menolak hasil panen petani. Itu lantas memantik reaksi anggota DPRD setempat agar pemerintah Provinsi Gorontalo segera turun lapangan khususnya wilayah Tibawa dan Pulubala.
Ini diutarakan Anggota DPRD Kabupaten Gorontalo, Safrudin Hanasi, Sabtu (22/3) yang mana sejumlah gudang penampung ini diduga tidak ingin lagi menerima hasil panen jagung dari petani.
Menurut Safrudin Hanasi, saat ini memasuki musim panen, namun kondisinya banyak gudang jagung yang tidak mau menerima hasil panen mereka.
“Kami meminta adanya perhatian Gubernur Gorontalo untuk segera turun menginspeksi ke gudang-gudang,” jelas Safrudin.
Dikatakannya, pengambilan jagung ini juga memperhatikan kadar air.
“Terkadang kadar air juga banyak yang membuat petani merasa dirugikan tanpa mereka sadari. Saya berharap, pemerintah provinsi bisa melakukan dan intervensi kadar air untuk tidak merugikan petani,” tegas Aleg PKS ini.
Aleg dapil Tibawa Pulubala ini menambahkan, berkaitan dengan instruksi Presiden terhadap harga jagung masih bervariasi di gudang, sehingga pemerintah provinsi perpanjangan tangan pemerintah pusat untuk segera mengamankan kebijakan tersebut.
“Kami meminta kepada pemerintah provinsi untuk bisa melakukan hal tersebut, dengan menyamaratakan harga jagung dan jangan ada perbedaannya,” harapnya. (**)




![006 Investor Rapat koordinasi Komisi II DPRD bersama Dinas DPMPTSP Kabupaten Gorontalo. [foto:juna/nusantara1]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/05/006-Investor-200x112.jpg)
![IKN DPR RI meminta infastruktur IKN tetap dimanfaatkan meskipun belum menjadi ibu kota [foto:nusantara1]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2025/09/IKN-200x112.jpg)
![Rizal Bagja Anggota DPRD Kabupaten Gorontalo Mohamad Rizal Badja. [foto:ist]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2024/12/Rizal-Bagja-200x112.jpeg)

