Ini Respon Komisi IV Terkait Penutupan SDN 20 Telaga Biru

Anggota DPRD Kabupaten Gorontalo, Jayusdi Rivai. [foto:juna/nusantara1]
Anggota DPRD Kabupaten Gorontalo, Jayusdi Rivai. [foto:juna/nusantara1]

NUSANTARA1.ID – Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Gorontalo, Jayusdi Rivai, menyoroti penutupan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 20 Telaga Biru setelah menerima laporan terkait kondisi tersebut. Ia menegaskan akan segera berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) untuk mengetahui penyebab penutupan.

“Informasi terkait SD yang ditutup ini baru saya terima. Setelah mengetahui informasi ini, tentunya saya akan berkomunikasi dengan Dikbud untuk mencari tahu apa masalahnya,” ujar Jayusdi saat ditemui pada Senin (28/4).

Jayusdi menambahkan, pembahasan terkait penutupan sekolah tersebut akan dimasukkan dalam agenda rapat kerja Komisi IV DPRD guna mencari solusi terbaik.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Menengah, Dinas Pendidikan Kabupaten Gorontalo, Frengki Pomalingo, membenarkan bahwa SDN 20 Telaga Biru telah resmi ditutup sejak tahun 2021. Penutupan dilakukan karena jumlah siswa yang semakin menurun drastis.

“Saat saya masih menjabat Kepala Sekolah di SDN 20 Telaga Biru, jumlah siswanya hanya tinggal sembilan orang. Secara ketentuan, satuan pendidikan sudah tidak memenuhi syarat lagi,” jelas Frengki Pomalingo.

Selain minimnya jumlah siswa, akses jalan menuju sekolah tersebut juga dilaporkan rusak parah. Hal ini membuat sebagian besar orang tua memilih untuk memindahkan anak-anak mereka ke SDN 19 Telaga Biru di Desa Tonala, yang akses jalannya lebih baik. Saat ini, di sekitar lokasi SDN 20 hanya terdapat satu kepala keluarga yang masih menetap, sementara lainnya telah berpindah.

Meski demikian, kondisi bangunan sekolah masih tergolong baik dengan enam ruang kelas yang dinilai mampu bertahan hingga 20 tahun ke depan. Adapun dua guru berstatus PNS dan tiga tenaga kontrak dari SDN 20 telah dipindahkan ke SDN 21 Telaga Biru di Desa Dulamayo Utara. (**)

Pos terkait