Jawab Aspirasi Warga Paguyaman, Meyke Kamaru Siapkan Pasar Murah dan Evaluasi Data Bansos

Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Meyke Camaru saat reses di Kelurahan Paguyaman, Kota Tengah, Kota Gorontalo. [foto:dok/pendamping]
Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Meyke Camaru saat reses di Kelurahan Paguyaman, Kota Tengah, Kota Gorontalo. [foto:dok/pendamping]

NUSANTARA1.ID – Untuk menjawab berbagai persoalan ekonomi yang dirasakan masyarakat, Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Meyke Kamaru, turun langsung menyerap aspirasi warga melalui kegiatan reses Masa Persidangan Pertama Tahun 2026–2027 di Kelurahan Paguyaman, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo, Jumat 6 November 2026.

 Kegiatan penyerapan aspirasi masyarakat ini dihadiri oleh Anggota DPRD Kota Gorontalo Susanto H. Liputo, Lurah Paguyaman Altasari Gumohu, tokoh masyarakat, serta puluhan konstituen, termasuk perwakilan kelompok penyandang disabilitas.

Lurah Paguyaman, Altasari Gumohu, dalam sambutannya mengapresiasi kehadiran wakil rakyat di tengah-tengah warga. Menurutnya, dialog terbuka ini menjadi jembatan penting bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai kebutuhan mendesak, khususnya dukungan bagi kelompok rentan dan pelaku usaha kecil. Dalam sesi dialog, sejumlah persoalan krusial mengemuka.

Bacaan Lainnya

Perwakilan penyandang disabilitas, Warni Nasadi, menyampaikan bahwa kelompok disabilitas di wilayah tersebut telah merintis usaha mandiri. Namun, mereka masih terkendala keterbatasan modal untuk mengembangkan skala usaha demi mencapai kemandirian ekonomi.

Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Meyke Camaru saat reses di Kelurahan Paguyaman, Kota Tengah, Kota Gorontalo. [foto:dok/pendamping]
Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Meyke Camaru saat reses di Kelurahan Paguyaman, Kota Tengah, Kota Gorontalo. [foto:dok/pendamping]
Aspirasi senada juga disampaikan oleh Mohammad Nasrudin, perwakilan kelompok ibu-ibu penerima bantuan UMKM, yang menyoroti pentingnya bantuan sembako di tengah tantangan ekonomi serta permohonan pengadaan mesin jahit guna menunjang produktivitas warga. 

Selain masalah ekonomi dan pemberdayaan, persoalan ketepatan data penerima bantuan sosial turut disuarakan oleh Marwan. Ia menyoroti adanya ketidaksesuaian data desil, di mana warga yang tergolong mampu justru tercatat pada desil rendah, sementara warga kurang mampu berada di desil yang lebih tinggi sehingga bantuan dinilai kurang tepat sasaran.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Meyke menegaskan komitmennya untuk segera menghadirkan langkah intervensi konkret. Ia menyatakan bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan menggelar pasar murah guna meringankan beban ekonomi warga, serta mendorong perluasan bantuan pengembangan UMKM. 

“Dalam situasi perekonomian seperti sekarang, masyarakat tentu mengharapkan bantuan yang konkret. Ada dua bentuk bantuan yang bisa dilakukan, yakni pasar murah dan bantuan UMKM. Dalam waktu dekat ini saya akan melaksanakan kegiatan pasar murah,” ujar politisi Partai Golkar ini.

Terkait persoalan data desil, ia menekankan pentingnya pemutakhiran data secara berkala dan cermat di tingkat kelurahan. Menurutnya, akurasi data merupakan kunci utama agar program perlindungan sosial pemerintah benar-benar menjangkau warga yang berhak. 

Sementara itu, menanggapi permohonan mesin jahit dan pemberdayaan penyandang disabilitas, Meyke menyatakan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti dan berkoordinasi dengan instansi terkait agar program-program dukungan tersebut dapat segera direalisasikan bagi warga yang membutuhkan. (*)

Pos terkait