Festival Kuliner HARFEST 2026 Perluas Ruang Tumbuh UMKM dan Ekonomi 

Kepala Perwakilan BI Provinsi Gorontalo, Bambang Satya Permana, pada Festival Kuliner dalam rangkaian HARFEST 2026. [foto:ist/otanaha]
Kepala Perwakilan BI Provinsi Gorontalo, Bambang Satya Permana, pada Festival Kuliner dalam rangkaian HARFEST 2026. [foto:ist/otanaha]

NUSANTARA1.ID – Bank Indonesia Provinsi Gorontalo berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Gorontalo, dan Pemerintah Provinsi Gorontalo terus memperkuat ruang tumbuh UMKM melalui Festival Kuliner dalam rangkaian Hulonthalo Art & Craft Festival (HARFEST) 2026 di Grand Palace Convention Center (GPCC), Kota Gorontalo.

Festival Kuliner HARFEST 2026 membuka ruang bagi sekitar 75 UMKM kuliner, termasuk pelaku street food di kawasan Jalan Andalas, Kota Gorontalo. Kehadiran UMKM kuliner tersebut melengkapi rangkaian pameran HARFEST yang turut melibatkan 165 UMKM binaan Bank Indonesia.

Kegiatan yang dibuka oleh Walikota Gorontalo, Bapak Adhan Dambea, turut mengundang Staf Ahli Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenkraf/Bekraf) Bidang Pendanaan dan Pembiayaan, Bapak Restog Krisna Kusuma, serta turut dihadiri Walikota Gorontalo, Bapak Indra Gobel; Forkopimda Kota Gorontalo, dan Perwakilan dari Dinas Parekraf Pora dan Diskumperindag Pemprov Gorontalo.

Bacaan Lainnya

Festival ini hadir di tengah semakin hidupnya aktivitas ekonomi Kota Gorontalo, yang ditandai dengan tumbuhnya usaha kuliner, munculnya wirausaha muda, serta berkembangnya ruang-ruang ekonomi baru. Salah satu kawasan Street Food telah mencatat perputaran usaha sekitar Rp1,8 miliar dalam beberapa bulan, hal ini menunjukkan besarnya potensi UMKM dalam menggerakkan ekonomi daerah.

Melalui Kolaborasi Festival Kuliner HARFEST 2026, Bank Indonesia mendorong agar momentum festival dapat memperluas pasar dan memperkuat kualitas usaha UMKM antara lain dengan meningkatkan kualitas produk dan kemasan, mengadopsi pembayaran digital untuk meningkatkan transaksi, serta mengelola usaha secara semakin profesional. (*)

Pos terkait