NUSANTARA1.ID — Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Limutu Kabupaten Gorontalo mulai memetakan kesiapan layanan air bersih untuk mendukung pemondokan kontingen Pekan Nasional (Penas) Petani Nelayan 2026. Sebanyak 6.000 titik pondokan yang tersebar di lima kecamatan kini dalam tahap identifikasi lapangan.
Direktur PDAM Tirta Limutu Kabupaten Gorontalo, Tomy Hendra Said, mengatakan pemetaan dilakukan untuk memastikan seluruh lokasi pemondokan memiliki akses air yang memadai, terutama menjelang kedatangan sekitar 30 ribu peserta dari seluruh Indonesia.
“Sekitar 6.000 pondokan ini tersebar di lima kecamatan. Kami sementara mengidentifikasi mana yang terlayani jaringan perpipaan dan mana yang belum,” ujar Tomy saat diwawancarai, Selasa 14 April 2026.
Ia mengungkapkan, tim PDAM telah mulai turun langsung ke lapangan untuk mengecek kondisi riil. Di Desa Ulapato, misalnya, terdapat 25 rumah yang disiapkan sebagai pondokan oleh pemerintah desa. Sementara di Kelurahan Kayumerah, tercatat 129 rumah warga akan difungsikan sebagai tempat menginap peserta.
“Besok kami lanjutkan kunjungan untuk memastikan kondisi di lapangan, termasuk jaringan pipa dan kapasitas instalasi pengolahan air di wilayah tersebut,” jelasnya.
Menurut Tomy, skala Penas 2026 jauh lebih besar dibanding kegiatan sebelumnya yang hanya melayani sekitar 6.000 orang. Dengan lonjakan peserta hingga lima kali lipat, dibutuhkan kolaborasi lintas sektor agar pelayanan dasar, khususnya air bersih, tetap terjamin.
“Kalau dulu kita bisa tangani sendiri, sekarang tidak. Harus melibatkan berbagai stakeholder agar pelayanan tetap optimal,” tegasnya.
PDAM saat ini juga memfokuskan persiapan pada peningkatan kapasitas produksi air di sejumlah wilayah utama, seperti Limboto, Limboto Barat, dan Telaga. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan selama pelaksanaan Penas.
Proses identifikasi ditargetkan rampung dalam bulan April. Selama periode tersebut, tim akan melakukan kunjungan ke seluruh titik pemondokan guna memastikan dua hal utama, yakni kondisi jaringan perpipaan dalam keadaan aman serta instalasi pengolahan air mampu beroperasi maksimal.
“Target kami bulan April ini semua lokasi sudah terverifikasi, sehingga saat pelaksanaan nanti tidak ada kendala layanan air di titik-titik pemondokan,” pungkasnya. (*)
![Darwin Romy Sjahrain Asisten II Setda Kabupaten Gorontalo, Darwin Romy Sjahrain. [foto:juna/nusantara1]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/04/Darwin-Romy-Sjahrain-200x112.jpg)
![023 MTQ Sekda Sekda Bone Bolango, Iwan MUstapa saat memberi sambutan pada pembukaan MTQ, Senin 20 April 2026 di Suwawa [foto:dok/kominfo]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/04/023-MTQ-Sekda-200x112.jpg)
![Sekolah Kondisi kelas di SDN 18 Telaga Biru dengan atap sudah bocor. [foto:juna/nusantara1]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/04/Sekolah-200x112.jpg)
![022 Apel TKA SD Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Bone Bolango, Udin Kuku saat memimpin apel pembukaan TKA di SDN 15 Kabila [foto:dok/kominfo]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/04/022-Apel-TKA-SD-200x112.jpg)
![013 Guru Ilustrasi. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gorontalo target 91 guru bergelar sarjana tahun nini [foto:dok]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/04/013-Guru-200x112.jpg)

