MTQ Usai, Sofyan Puhi Tekankan Evaluasi Pembinaan Generasi Qurani

Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi saat menutup kegiatan MTQ Tingkat Kabupaten Gorontalo. [foto:ist]
Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi saat menutup kegiatan MTQ Tingkat Kabupaten Gorontalo. [foto:ist]

NUSANTARA1.ID – Penutupan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kabupaten Gorontalo pada Kamis malam 9 April 2026 berlangsung khidmat, namun menyisakan catatan penting dari pemerintah daerah terkait dampak nyata kegiatan tersebut di tengah masyarakat.

Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, dalam sambutannya tidak hanya memberikan apresiasi kepada peserta dan panitia, tetapi juga menyoroti bahwa pelaksanaan MTQ selama ini cenderung berhenti pada aspek perlombaan.

“MTQ bukan sekadar kompetisi tahunan, tetapi harus mampu melahirkan perubahan nyata dalam kehidupan masyarakat,” tegas Sofyan.

Bacaan Lainnya

Ia mengungkapkan, tantangan terbesar bukan pada penyelenggaraan kegiatan, melainkan pada bagaimana nilai-nilai Al-Qur’an benar-benar diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, masih terdapat kesenjangan antara kemampuan membaca Al-Qur’an dengan pengamalan nilai-nilainya dalam kehidupan sosial.

“Kita tidak ingin MTQ hanya melahirkan juara, tetapi minim dampak terhadap perilaku dan karakter masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Sofyan juga mendorong LPTQ dan seluruh pemangku kepentingan untuk melakukan evaluasi terhadap pola pembinaan peserta, agar tidak hanya berorientasi pada prestasi lomba, tetapi juga pembentukan karakter Qurani yang berkelanjutan.

Ia menambahkan, generasi Qurani yang diharapkan bukan hanya unggul dalam tilawah, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak perubahan sosial dan pembangunan daerah.

“Generasi Qur’ani harus hadir sebagai solusi, bukan hanya simbol keagamaan,” tambahnya.

Bupati juga berharap para peserta MTQ, baik yang meraih juara maupun belum, tetap melanjutkan proses pembelajaran dan menjadi agen syiar di lingkungan masing-masing.

Penutupan MTQ ini pun menjadi titik evaluasi bagi pemerintah daerah untuk memastikan kegiatan keagamaan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi memiliki dampak konkret dalam membangun karakter masyarakat Kabupaten Gorontalo. (*)

Pos terkait