Tekan Lonjakan Harga Jelang Idulfitri, Pemda Bone Bolango Adakan Pasar Murah

Pasar Murah di Halaman Kantor Bupati Bone Bolango. [foto:juna/nusantara1]
Pasar Murah di Halaman Kantor Bupati Bone Bolango. [foto:juna/nusantara1]

NUSANTARA1.ID – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bone Bolango melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menggelar pasar murah untuk membantu masyarakat memperoleh bahan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Kantor Bupati Bone Bolango, Selasa 10 Februari 2026.

Kepala Disperindag Bone Bolango, Kristianto Ruchban, mengatakan pasar murah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi sekaligus membantu masyarakat menghadapi meningkatnya kebutuhan menjelang Hari Raya Idul Fitri.

“Di kami menyediakan seribu. Jadi tergantung dari masyarakat sendiri mereka berminat membeli apa, apakah beras atau telur,” ujar Kristianto saat diwawancarai di sela kegiatan.

Bacaan Lainnya

Ia menjelaskan, masyarakat yang ingin membeli kebutuhan pokok terlebih dahulu melakukan pendaftaran di lokasi kegiatan. Setelah itu, warga akan menerima kupon yang digunakan saat mengambil komoditas yang dipilih.

Menurutnya, kupon tersebut bukan alat pembayaran, melainkan sebagai tanda bukti bahwa masyarakat telah terdaftar sebagai penerima dalam kegiatan pasar murah.

“Setelah mendaftar mereka mendapatkan kupon. Kupon ini sebagai tanda bukti mereka sudah mendaftar. Ada kupon dengan nilai Rp5.000 dan ada juga Rp25.000,” jelasnya.

Pasar Murah di halaman Kantor Bupati Bone Bolango. [foto:juna/nusantara1]
Pasar Murah di halaman Kantor Bupati Bone Bolango. [foto:juna/nusantara1]
Kristianto menambahkan, sebagian besar komoditas dijual dengan harga Rp5.000 per kupon, sementara beras dijual dengan harga Rp25.000. Setiap komoditas yang disediakan, seperti minyak goreng dan telur, berjumlah sekitar seribu unit.

Ia juga menyebutkan bahwa mayoritas masyarakat yang mengikuti pasar murah berasal dari Kecamatan Suwawa karena lokasinya yang paling dekat dengan pusat kegiatan. Namun, ada pula warga dari kecamatan lain yang turut datang untuk mendaftar.

Lebih lanjut, Kristianto menegaskan bahwa upaya pengendalian harga pangan di Bone Bolango tidak hanya dilakukan oleh Disperindag. Pemerintah daerah melibatkan sejumlah instansi melalui berbagai program intervensi pangan.

“Kalau masalah lonjakan harga ini kita di Bone Bolango tidak bekerja sendiri. Dari Dinas Pangan juga ada Gerakan Pangan Murah yang turut melakukan intervensi,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga bekerja sama dengan kepolisian dan instansi terkait untuk memantau potensi penimbunan bahan pokok oleh pedagang yang dapat memicu kenaikan harga di pasar.

“Kami sering turun bersama Polres Bone Bolango dan Badan Pangan Nasional untuk meninjau pasar bahkan sampai ke peternakan ayam, agar bisa diketahui sumber kenaikan harga,” ungkapnya.

Apabila ditemukan pelanggaran seperti penimbunan barang, pemerintah akan memberikan sanksi secara bertahap hingga pencabutan izin usaha.

Di akhir keterangannya, Kristianto mengimbau masyarakat agar berbelanja sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan.

“Kami harap masyarakat belanja sesuai kebutuhan, bukan keinginan. Jangan sampai terjadi panic buying karena justru bisa memicu kenaikan harga,” pungkasnya. (*)

Pos terkait