NUSANTARA1.ID – Pertamina memastikan isi LPG 3 kilogram yang beredar di wilayah Gorontalo telah sesuai dengan standar yang ditetapkan, yakni 3 kg per tabung.
Hal tersebut disampaikan Sales Brand Manager (SBM) Gas Gorontalo, Fakih, Kamis 19 Februari 2026, menanggapi isu adanya tabung LPG yang diduga tidak sesuai dengan berat bersih yang tertera.
Fakih menegaskan, pihaknya bersama anggota DPRD Komisi II telah melakukan pengecekan langsung dan memastikan proses pengisian di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) dilakukan sesuai standar operasional.
“Kami sudah pastikan bersama Komisi II DPRD bahwa pengisian LPG selalu tepat sasaran dan sesuai standar. Jika pengisian tidak sesuai dengan standar, tabung tersebut tidak akan kami edarkan ke masyarakat,” ujar Fakih.
Ia menjelaskan, proses pengisian LPG dilakukan dengan pengawasan ketat dan melalui tahapan kontrol kualitas sebelum didistribusikan ke agen dan pangkalan.
Namun demikian, jika di lapangan masyarakat menemukan tabung dengan isi yang diduga kurang dari ketentuan, Fakih menyarankan agar konsumen melakukan pengecekan terlebih dahulu sebelum membeli.
“Saat pembelian, masyarakat bisa melakukan penimbangan untuk memastikan isinya benar 3 kg. Jika ternyata tidak sesuai, bisa langsung ditukar di pangkalan tempat membeli,” jelasnya.
Menurutnya, pangkalan wajib melayani penukaran apabila ditemukan tabung yang isinya tidak sesuai standar. Ia juga mengimbau masyarakat untuk lebih teliti dan memastikan berat tabung sebelum transaksi dilakukan.
Fakih menegaskan komitmen Pertamina untuk menjaga kualitas dan kuantitas LPG bersubsidi agar tetap sesuai ketentuan serta memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Disampaikan pula, Pertamina bersama Komisi II DPRD Kabupaten Gorontalo melakukan pengecekan lapangan terkait distribusi LPG 3 kilogram, mulai dari tingkat pangkalan hingga Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE).
Fakih, mengatakan pemantauan dilakukan untuk memastikan proses distribusi berjalan lancar serta mengantisipasi peningkatan kebutuhan masyarakat menjelang Ramadan.
“Kami memantau langsung bagaimana proses distribusi yang terjadi di Gorontalo. Alhamdulillah, distribusi berjalan lancar dan tersalurkan kepada masyarakat dengan baik,” ujar Fakih usai mendampingi Komisi II DPRD Kabupaten Gorontalo dalam sidak tersebut.
Menurutnya, menjelang Ramadan terjadi kenaikan permintaan LPG 3 kg di masyarakat. Untuk mengantisipasi hal itu, Pertamina telah menambah alokasi pasokan kepada agen-agen yang kemudian disalurkan ke pangkalan.
“Menjelang dan selama bulan Ramadan ini, Pertamina telah menambahkan alokasi kepada agen untuk memenuhi kenaikan permintaan masyarakat dengan total penambahan sekitar 67 ribu tabung,” jelasnya.
Dari hasil pemantauan di pangkalan, Fakih menyebut belum ditemukan adanya pelanggaran dalam penyaluran LPG bersubsidi. Distribusi dilakukan sesuai ketentuan dan disalurkan kepada masyarakat berdasarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) serta wilayah sekitar pangkalan.
“Sejauh ini belum ada pelanggaran yang kami temukan di tingkat pangkalan. Penyaluran dilakukan sesuai prosedur dan tepat sasaran,” katanya.
Namun demikian, terkait kemungkinan adanya keluhan masyarakat terhadap harga di tingkat pengecer, Fakih menilai perlu dilakukan sidak pasar lanjutan oleh instansi terkait untuk menindaklanjuti laporan yang ada.
Ia menegaskan, pihaknya bersama Komisi II DPRD Kabupaten Gorontalo akan terus melakukan monitoring guna memastikan distribusi LPG 3 kilogram bersubsidi tetap lancar dan kebutuhan masyarakat selama Ramadan dapat terpenuhi.
Di akhir keterangannya, Fakih turut menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa kepada masyarakat Gorontalo. (*)
![Elpiji Sales Brand Manager (SBM) Gas Gorontalo, Fakih (pakai rompi merah) saat diwawancarai awak media. [foto:juna/nusantara1]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/02/Elpiji.jpg)
![Kapal Pengangkut Material Kapal Tongkang memuat kabel yang nantinya digunakan untuk menghubungkan listrik ke Pulau Dudepo. Saat ini, kapal tersebut sudah di Pelabuhan Anggrek. [foto:dok/pln]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/07/Kapal-Pengangkut-Material-200x112.jpg)



![001 Kapolda HUT Bhayangkara Kapolda Gorontalo, Irjen Pol. Drs. Widodo membacakan amanat presiden saat upacara HUT Bhayangkara ke-80. [foto:dok/humas]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/07/001-Kapolda-HUT-Bhayangkara-200x112.png)
![009 Julang Narasumber memaparkan materi pada Workshop Pengembangan Kurikulum Muatan Lokal Konservasi Burung Julang Sulawesi. Kegiatan ini bertujuan membekali guru agar dapat mengenalkan pentingnya pelestarian satwa endemik Sulawesi kepada peserta didik sejak dini. [foto:dok/pln]](https://nusantara1.id/wp-content/uploads/2026/07/009-Julang-200x112.jpg)

