Desa Modelidu Optimalkan Dana Ketahanan Pangan untuk Usaha Ikan Nila

Budidaya Ikan Nila oleh Bumdes Huyula Desa Modelidu. [foto:juna/nusantara1]
Budidaya Ikan Nila oleh Bumdes Huyula Desa Modelidu. [foto:juna/nusantara1]

NUSANTARA1.ID – Pemerintah Desa Modelidu, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, mengelola program ketahanan pangan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Huyula dengan fokus pada budidaya ikan nila. 

Program ini merupakan tindak lanjut kebijakan nasional yang mewajibkan alokasi anggaran ketahanan pangan sebesar 20 persen sebagai penyertaan modal BUMDes.

Kepala Desa Modelidu, Karim M. Anunu, mengatakan bahwa pengelolaan ketahanan pangan sepenuhnya diserahkan kepada BUMDes sesuai ketentuan regulasi yang berlaku sejak tahun sebelumnya. Anggaran tersebut digunakan untuk pengembangan unit usaha budidaya ikan nila sebagai sektor unggulan desa.

Bacaan Lainnya

“Saat ini BUMDes Huyula telah mengelola 16 unit kolam budidaya ikan nila. Modal yang digunakan berupa pengadaan aset, bibit ikan, pakan, serta kebutuhan operasional lainnya,” ujar Karim saat diwawancarai pada Kamis 22 Januari 2026.

Ia menjelaskan, dari total anggaran ketahanan pangan sebesar Rp155 juta, masih terdapat sisa anggaran berdasarkan laporan keuangan terakhir BUMDes. Sisa anggaran tersebut kemudian dimusyawarahkan dan disepakati untuk dimanfaatkan dalam bentuk kerja sama usaha dengan pihak ketiga.

Kerja sama tersebut dilakukan dengan pelaku usaha dari luar desa yang memiliki aset kolam dan sumber air memadai, namun terkendala modal. Kesepakatan kerja sama telah disetujui melalui musyawarah desa bersama BPD dengan sistem bagi hasil 60:40, di mana 60 persen keuntungan untuk mitra usaha dan 40 persen untuk BUMDes.

“Kerja sama ini murni dalam bentuk suntikan dana, sementara aset kolam masih menggunakan milik mitra,” jelasnya.

Dalam operasionalnya, BUMDes Huyula menggunakan sistem kolam bioflok dan kolam aliran air alami yang didukung sumber mata air dari pegunungan. Bibit ikan nila diperoleh dari wilayah Kecamatan Telaga Biru dan sekitarnya di Kabupaten Gorontalo.

Menurut Karim, BUMDes saat ini hanya fokus pada budidaya ikan nila karena permintaan pasar yang tinggi dan perputaran ekonomi yang lebih cepat dibandingkan jenis ikan lain seperti lele, yang sebelumnya sempat diuji coba namun kurang diminati pasar lokal.

Ia berharap ke depan BUMDes Huyula dapat menjadi penggerak utama ekonomi desa, meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes), serta membuka peluang usaha bagi masyarakat.

“Melalui program ketahanan pangan ini, masyarakat tidak hanya bergantung pada sektor pertanian jagung, tetapi memiliki alternatif usaha lain yang dapat menopang perekonomian desa,” pungkasnya. (*)

Pos terkait